Connect with us

Kediri

Mas Dhito Kembali Salurkan Insentif untuk Guru Ngaji di Kediri Plus BPJS Ketenagakerjaan

Diterbitkan

||

Mas Dhito Kembali Salurkan Insentif untuk Guru Ngaji di Kediri Plus BPJS Ketenagakerjaan

Memontum Kediri – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, kembali menyalurkan bisyaroh atau insentif bagi ribuan guru ngaji di Kabupaten Kediri. Berbeda dengan tahun sebelumnya, mulai 2022 ini, guru ngaji penerima insentif sekaligus tercover BPJS Ketenagakerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menyampaikan bahwa jumlah penerima insentif pada tahun 2022 ini sebanyak 7500 guru dengan rincian 6.665 guru muslim dan 835 non muslim. Jumlah penerima tahun 2022 ini, bertambah dari tahun sebelumnya, dimana tahun 2021 penerima ada sebanyak 7.148 guru.

Penambahan jumlah penerima insentif itu, sebagaimana arahan bupati untuk terus mendata guru-guru ngaji yang sebelumnya belum tercover. “Selain jumlah penerima yang bertambah, guru ini juga mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Muhsin, saat ditemui dalam pendistribusian insentif di Pendopo Kecamatan Ringinrejo, Senin (26/12/2022) tadi.

Dengan tercovernya BPJS Ketenagakerjaan tersebut, tambahnya, maka guru ngaji akan mendapatkan banyak manfaat. Karena, mendapat perlindungan sosial, diantaranya jaminan kecelakaan kerja maupun jaminan kematian.

Manfaat itu tidak hanya bagi guru ngaji, melainkan juga keluarga. Bagi guru ngaji yang tercatat sebagai penerima insentif dan meninggal pada bulan Oktober-Desember 2022, ahli waris diminta untuk melaporkan untuk mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk guru ngaji yang meninggal, anaknya akan mendapatkan beasiswa sekolah, sedang suami atau istri akan mendapat pelatihan kewirausahaan,” papar Muhsin.

Setelah penyaluran pendataan kembali untuk guru ngaji yang akan mendapatkan insentif pada 2022, penyaluran insentif bagi guru-guru Madin, TPQ dan TPA di Kabupaten Kediri, dilakukan mulai 22 hingga 29 Desember 2022. Proses penyaluran insentif kali ini, didampingi Lembaga Pendamping Program Pesantren, Madin dan TPQ atau TPA (LP3MT) Kabupaten Kediri.

Baca juga :

Setelah penyaluran insentif tahun 2022 ini selesai, ujar Muhsin, akan dilakukan update data untuk penyaluran 2023 mendatang. Update data akan dimulai akhir Januari 2023 dan adapun anggaran sementara yang telah dialokasikan untuk insentif sebesar Rp 9 miliar.

LP3MT Kabupaten Kediri, HM Kazul Fikri, saat itemui di lokasi menyampaikan bahwa penyaluran bisyaroh pada 2022, diberikan sekaligus di Desember. Adapun untuk tahun 2023 mendatang, pihaknya berharap supaya penyaluran bisa dilakukan dalam tiap triwulan sekali.

“Kita juga upayakan kuota penerima bisa bertambah keseluruhan guru Madin, di data kami ada sekitar 15.000 guru, sedangkan kuota penerima saat ini 7.500 guru,” tuturnya.

Gus Fikri-sapaan akrabnya, mengapresiasi dengan adanya jaminan ketenagakerjaan bagi guru ngaji. Terlebih, iuran BPJS Ketenagakerjaan itu tidak dipotongkan dari insentif yang diterima para guru ngaji.

Guru ngaji penerima insentif tetap, mendapatkan haknya penuh sebesar Rp 1,2 juta atau Rp100 ribu tiap bulan yang dikirim ke rekening masing-masing penerima. Bagi guru ngaji yang tercatat sebagai penerima baru, buku rekening dilakukan saat penyerahan dilakukan.

“Sama sekali tidak memotong hak-hak mereka, (iuran BPJS Ketenagakerjaan) ada anggarannya sendiri,” ujarnya.

Pemberian bisyaroh atau pemberian insentif bagi guru ngaji atau guru agama non formal, ini merupakan program Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana sejak tahun 2021. Pemberian insentif itu, menjadi komitmen bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu dalam memperhatikan kesejahteraan nasib mereka yang telah mendidik moral generasi-generasi penerus bangsa. (pan/sit/adv)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *