Pasuruan
Pembinaan Kepala Puskesmas dan Nakes, Bupati Pasuruan Instruksikan Fogging untuk Cegah DBD

Memontum Pasuruan – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas yang tersebar di 24 kecamatan untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pasuruan. Beberapa tindakan yang dimaksud, diantaranya dengan melaksanakan pengasapan atau fogging.
Instruksi itu, disampaikan Bupati Rusdi dihadapan seluruh Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan (Nakes) pada saat melakukan pembinaan dan pengarahan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/06/2025) tadi. Dalam agenda monitoring dan evaluasi yang digelar di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, bupati menekankan tentang pentingnya fogging. Terutama, di daerah yang sudah ada warga terjangkit DBD.
Disampaikan Bupati Rusdi, pengasapan adalah metode pengendalian vektor Nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD. Minimal, dapat membunuh nyamuk dewasa untuk memutus rantai penularan penyakit.
“Semua Puskesmas harus saling membantu melakukan fogging. Khususnya, di wilayah yang ada warganya terjangkit. Ini ikhtiar kita untuk mengurangi potensi jangan sampai ada yang kena DBD,” paparnya.
Agar upaya pencegahan lebih maksimal, lanjutnya, dibutuhkan penyamaan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang harus benar-benar diperhatikan oleh seluruh Puskesmas. Disepakati, kecepatan penanganan harus dilakukan maksimal 2×24 jam sesudah ada permintaan dari warga yang masuk atau jika ada warga yang terjangkit DBD.
Baca juga :
“Secara prosedural, pelaksanaan fogging harus dilakukan cepat. Maksimal 2×24 jam sudah harus tertangani. Perkara masih tidak adanya anggaran operasional, nanti akan kami tambahkan di Dinas Kesehatan melalui PAK,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Pasuruan juga meminta kepada Kepala Puskesmas untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan lain. Diantaranya, dengan memberikan edukasi melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
Masih di momen sama, Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, juga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasuruan agar turut andil dalam upaya pencegahan DBD.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah, mengatakan kesiapannya untuk melakukan fogging. Termasuk, mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan secara berkala.
“Nanti kami akan dibantu oleh Damkar dan BPBD untuk proses fogging di wilayah yang dilaporkan warga. Peralatannya, kami juga menyiapkan masyarakat untuk menjaga lingkungannya agar tetap bersih. Misal dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk, minimal dibersihkan seminggu sekali,” jelasnya. (kom/pas/gie)















