Berita Nasional
Salat Jumat di Mojokerto, Kepala Staf Kepresidenan Motivasi Santri Jadi Pemimpin

Memontum Mojokerto – Di sela-sela kunjungan kerjanya yang padat ke Jawa Timur, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menunaikan Salat Jumat di Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah di Mojokerto, Jumat (10/06/2022) tadi.
Usai menunaikan Salat Jumat, Moeldoko diberikan kesempatan untuk memberikan motivasi kepada santri. Dalam kesempatan ini, dirinya berpesan kepada para santri untuk berani bermimpi besar dan menjadi pemimpin bangsa. “Kalian sangat beruntung bisa mengenyam pendidikan di pesantren yang dapat memberikan pendidikan karakter yang kuat dan pendidikan Agama Islam secara komprehensif. Maka, kalian bisa meraih mimpi apapun. Jadi pemimpin, bisa,” ujar Moeldoko.
Baca juga :
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
Moeldoko juga sempat mengutip buku “Perang Kebudayaan” oleh Ali Khameini. Ia mengatakan bahwa serangan kepada unsur-unsur kebudayaan umat lain itu dilakukan dengan menghilangkan keyakinan, mendegradasi kekuatan ideologi dan menghilangkan kebanggaan atas identitas bangsa. “Fenomena ini sudah terjadi. Namun saya yakin sistem pendidikan di pesantren-pesantren bisa memperkuat identitas keagamaan sekaligus identitas bangsa,” lanjutnya.
Dalam kunjungan ini, Moeldoko disambut oleh Pengasuh Ponpes, KH Asep Saifuddin Chalim. Dirinya juga menceritakan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk dirinya sekarang. “Dulu, saya itu tidurnya di langgar. Kalau telat bangun Salat Subuh, Pak Kyai dulu sudah siap dengan penjalin [sejenis rotan]. Disiplin sekali, benar-benar digembleng. Saya gak akan jadi Jenderal kalau tidak digembleng dengan pendidikan agama,” kata Moeldoko.
Kyai Asep mengapresiasi bentuk perhatian Moeldoko ke pendidikan pesantren. Ia pun mengatakan bahwa ekosistem pesantren siap mengawal guru-guru pendidik dalam menangkal radikalisme di lingkungan sekolah. (hms/gie)
















