Kota Malang
Songsong Mujahadah Kubro, Dishub Kota Malang Siapkan Penataan Parkir dan Pengalihan Arus hingga Penutupan

Memontum Kota Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama dengan Forum Lalu Lintas Kota Malang menggelar sosialisasi pengamanan dan rekayasa lalu lintas jelang pelaksanaan Mujahadah Kubro Satu Abad NU, di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Kamis (29/01/2026) tadi.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa sosialisasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan dapat memiliki pemahaman yang sama. Termasuk juga, informasi dapat segera tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
“Hasil rapat forum lalu lintas ini kami sosialisasikan melalui forum, yang kami perluas dengan mengundang camat sebagai pemangku wilayah, Polsek, serta perwakilan kabupaten dan kota sekitar. Sehingga bisa segera tersosialisasikan pada masyarakat,” ujar Jaya-sapaannya.
Dikatakannya, bahwa ada tiga poin utama yang disampaikan, yakni mengenai jadwal pasti untuk pelaksanaan Mujahadah Kubro. Kedua, penentuan lokasi parkir dan drop zone. Ketiga, ruas jalan yang akan dilakukan pengalihan maupun penutupan arus lalu lintas.
“Dengan mengetahui informasi ini, masyarakat diharapkan bisa memahami dan memaklumi saat dilakukan penutupan jalan, serta bisa menentukan alternatif rute perjalanan,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, nantinya akan dilakukan pengalihan dan penutupan pada 12 ruas jalan utama, di antaranya Jalan Kawi, Jalan Ijen hingga Kawi Ujung, Jalan Semeru, Jalan Retawu dan Jalan Wilis. Penutupan berlaku untuk kendaraan umum, kecuali bagi warga yang bermukim di kawasan tersebut.
“Khusus penghuni di Jalan Ijen dan sekitarnya tetap kami fasilitasi. Selain itu, karena kegiatan berlangsung hari Minggu, kami juga berkoordinasi dengan pihak gereja melalui Forum Komunikasi Antar Umat Beragama,” katanya.
Baca juga :
Untuk penutupan jalan tersebut akan dilakukan lebih awal mulai Sabtu siang, menyusul kedatangan jamaah yang datang lebih cepat untuk mendapatkan tempat di dalam Stadion Gajayana. Selain itu, arus kepulangan juga diantisipasi karena banyak peserta yang diperkirakan akan berwisata di Kota Malang, Kota Batu, hingga wilayah kabupaten.
“Titik parkir sudah kami siapkan dan cadangkan, termasuk di Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Polinema sebagai lokasi tambahan. Data parkir sudah kami siapkan di Biro Lalu Lintas,” lanjutnya.
Pihaknya juga mengimbau warga Kota Malang, untuk sementara tidak menggunakan kendaraan roda empat selama kegiatan berlangsung. Itu karena, untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diperkirakan sangat tinggi.
“Diperkirakan akan ada hampir 1.000 unit bus yang masuk ke Kota Malang. Jumlah peserta yang semula diperkirakan 40 ribu, kini berkembang hampir mencapai 100 ribu orang, dan itu masih berpotensi bertambah,” tambahnya.
Dalam kegiatan Mujahadah Kubro nantinya, Dishub Kota Malang akan menyiagakan 120 personel, 1.500 personel Banser dan personel dari Polresta Malang Kota. Tentunya, pelaksanaan pengamanan disiapkan secara maksimal dengan melibatkan personel gabungan tersebut.
“Nanti akan kami siagakan dengan sistem shift mulai dari Sabtu siang, mulai per 4 jam gitu,” ucapnya.
Terkait kemungkinan kehadiran Presiden RI, Jaya menyebut telah disiapkan skenario khusus sesuai standar operasional pengamanan, termasuk sterilisasi area tertentu di sekitar Stadion Gajayana. “Kami sebagai tuan rumah berupaya memberikan pelayanan terbaik, meskipun konsekuensinya akan terjadi kepadatan lalu lintas yang cukup signifikan,” imbuh Jaya. (rsy/sit)












