Jember
Bapak-Anak Asal Jember Korban APG Gunung Semeru Dimakamkan

Memontum Jember – Setelah berhari-hari tidak ada kejelasan, bapak dan anak yang hilang saat mencari pasir di Kabupaten Lumajang atau saat terjadi bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, akhirnya ada titik terang. Tim SAR yang terus melakukan pencarian, akhirnya menyampaikan informasi kepada pihak keluarga korban yang berasal dari Dusun Krajan RT 01 RW 05, Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember. Keduanya, ditemukan telah meninggal dunia di dalam truk yang tertimbun material lahar berupa pasir dan abu.
Tim SAR sendiri telah melakukan pencarian selama 26 hari untuk menemukan jenasah Hambali dan anaknya Moh.Faisal.
Pasca berhasil ditemukan pada hari Kamis (30/12/2021) kemarin, jasad kedua korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Dr Haryoto Kabupaten Lumajang, untuk diidentifikasi. Tim dokter forensik kemudian menyatakan, bahwa kedua jasad tersebut adalah bapak, Hambali dan anaknya, Moh Faisal.
Baca juga :
- Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar
- Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum
- Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya
- Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat
- Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar
Pasca berhasil diidentifikasi kedua jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga pada Jumat (31/12/2021) siang tadi.
Kapolsek Gumukmas, Iptu Subagio, saat dikonfirmasi membenarkan informasi serah terima jenasah kedua korban kepada pihak keluarga. “Memang benar kedua korban berasal dari RT 01 RW 02 Dusun Krajan, Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, dengan atas nama bapak Hambali dan anaknya Moh Faisal, yang pada waktu kejadian APG Gunung Semuru, ada di lokasi tambang yang terkena lahar,” kata Iptu Subagio saat dikonfirmasi.
Ditambahkannya, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga korban, untuk kemudian langsung dilakukan pemakaman. (rio/sit)
















