Kota Malang
Sikapi Musorkot KONI Kota Malang, Ketua DPD Golkar Ingatkan Guyub Rukun dan Tidak Memaksakan Diri

Memontum Kota Malang – Polemik Musyawarah Olah Raga Kota (Musorkot) Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, hingga kini tidak kunjung usai. Realita itu, pun menuai keprihatinan, Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
Disampaikannya, jika terjadi suatu masalah atau polemik, tentunya harus tetap diselesaikan dengan peraturan-peraturan yang ada. “Sebetulnya, saya prihatin dengan kondisi yang ada. Sehubungan dengan masalah Musorkot, itu tentunya harus tetap mentaati ketentuan yang ada di AD/ART KONI atau peraturan yang ada. Yakni, sesuai dengan proses yang diatur sedemikian rupa,” ungkap Bung Edi-sapaan akrab Ketua DPD Golkar Kota Malang, Selasa (27/12/2022) tadi.
Disampaikan Bung Edi, bahwa selama ini perjalanan prestasi dari KONI, juga sudah cukup baik. Sebagai contoh, untuk prestasi di Porprov Jatim. Jika di tahun sebelumnya, Porprov Kota Malang hanya bisa di peringkat IV. Namun, di tahun ini berada di peringkat II.
“Tentunya, dari juara empat naik menjadi juara dua, itukan sebuah capaian yang tidak mudah. Ini harus dihargai atas perjuangan atlit, cabang olah raga, pelatih dan termasuk pengurus KONI,” paparnya.
Baca juga :
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
Sehingga, dirinya pun berpesan kepada pengurus dan masyarakat, agar tetap menghargai dan menghormati siapapun yang membesarkan nama olah raga di Kota Malang. Terlebih, juga belajar untuk mengapresiasi kinerja hingga prestasi seseorang.
“Kita hormati yang ingin membesarkan nama olah raga di Kota Malang ini. Tetapi, jangan lupa kita juga harus pandai-pandai menghargai prestasi dari para pengurus atau siapapun yang sudah mengangkat nama Kota Malang, dalam ajang Porprov tahun ini,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, jika ciri dari warga Kota Malang, itu sendiri adalah guyub rukun dan tidak memaksakan diri. Sehingga, dengan masalah yang sedang terjadi pada KONI, ditegaskannya agar tetap harus mengikuti prosedur yang ada.
“Tetap ikuti prosedur dan proses yang ada. Saya kira, Malang (Kota, red) dari dahulu tidak ada yang memaksakan kehendak. Namun, tetap menghormati dari potensi yang ada,” imbuh Bung Edi. (rsy/sit)











