Kota Batu
DPUBM Kota Batu Segera Pasang Kawat Bronjong Guna Antispasi Longsor di Lokasi Jembatan Sukorame Gunungsari

Memontum Kota Batu – Untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan yang terjadi di Jembatan Sukorame, Desa Gunungsari, Kecamatan/Kota Batu, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kota Batu, melakukan penguatan tanah dan segera memasang kawat bronjong.
Kepala Bagian DPUBM Kota Batu, Eko Setiawan, menyampaikan bahwa sesudah pemasangan kawat bronjong tersebut, untuk selanjutnya dilapis dengan plesengan. “Pertama, kita lakukan yaitu pemasangan kawat bronjong. Setelah itu, nantinya saya lapis dengan plesengan,” terang Eko, saat berada di lokasi Jembatan Sukorame, Rabu (08/02/2023) tadi.
Dijelaskannya, bahwa cuaca saat ini masih hujan deras yang mengakibatkan debit air tinggi. Sehingga, apabila plesengan dibangun lebih awal, nantinya justru akan merusak proyek. “Saya takutnya, ketika ada banjir nantinya justru merusak bangunan itu. Malah nanti putus lagi, sehingga perlu bronjong dulu, terus saya lapisi dengan plesengan,” ungkap Eko.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Secara teknik, ujarnya, pemasangan bronjong itu dengan ukuran 3,6 x 2,6 meter. Yang dikerjakan sekitar dua minggu dengan estimasi anggaran di bawah Rp 200 juta. “Setelah bronjong siap, maka dilapisi plengsengan. Sehingga, nantinya Perumdam Among Tirto Kota Batu bisa membagun pondasi lagi untuk tumpuan pipanya yang sudah ambrol,” tegasnya.
Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa plengsengan teknis yang ambrol memiliki dimensi panjang 2 meter, lebar 3 meter dan tinggi 4 meter. Itu, penyangga pipa ASV berukuran 10 inci.
“Saat ini, lokasi kejadian sudah diberi garis pengaman agar tidak ada warga yang mendekat,” ujarnya. (put/gie)















