Hukum & Kriminal
Dua Remaja Putri di Kota Batu Meregang Nyawa Usai Tabrak Pembatas Jembatan dan Terjatuh hingga Terbawa Arus Sungai

Memontum Kota Batu – Nasib tragis dialami dua remaja putri yang teridentifikasi berinisial BTA (15) dan Iw (16) tahun warga Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (27/02/2023) sekitar pukul 19.00. Keduanya yang tengah berboncengan motor N 5159 KD dalam kondisi hujan di Jembatan Jalan Melati, Desa Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba menabrak pembatas jembatan.
Akibat kejadian itu, sontak mengundang perhatian pengguna jalan. Terlebih, usai menabrak pembatas jembatan, kedua korban terjatuh ke dasar jembatan yang ada aliran sungainya.
Beberapa saksi atau pengguna jalan, pun langsung melakukan pertolongan kepada korban. Saat itu, BTA berhasil lebih dahulu dievakuasi dari dasar jembatan. BTS dalam kondisi luka serius dan korban langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan.
Sementara korban Iw, baru berhasil dievakuasi setelah dilakukan pencarian cukup lama. Itu karena, korban diinformasikan sempat terbawa arus. Saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Baca juga :
- Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
- Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih
- Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran
- Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU
- PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan
“Saat itu, saya melewati jalan Melati. Di lokasi, sudah ada orang tergeletak dengan luka parah dan dikerumuni orang. Makanya, kemudian saya minta untuk dibawa ke rumah sakit,” kata salah seorang saksi, Anang (45) warga Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu.
Dari kejadian itu, ternyata masih ada korban lain di dasar jembatan. Karenanya, kemudian diteruskan kepada petugas untuk dilakukan pencarian.
“Saya tidak tega, mas. Lukanya banyak. Seperti di kepala dan telinga,” tambahnya.
Diperoleh informasi, korban BTA dalam perawatan di rumah sakit, juga akhirnya meninggal dunia. Hal ini, diterangkan orang tua korban, Waris.
“Ayu (korban, red) pamit ke saya untuk belajar kelompok dengan memakai sepeda motornya. Tapi tidak tahu, sekarang sudah meninggal,” tutur orang tua korban di Rumah Sakit Dr Etik Desa Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu.
Ditambahkannya, bahwa Ayu adalah anak semata wayang. Sementara saat sebelum kejadian, itu pamit untuk kerja kelompok. Makanya, diberikan izin keiuar rumah. (put/sit)
















