Kota Malang
Pendaftaran Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kota Malang, Peserta Wajib Miliki Akun Satu Sehat

Memontum Kota Malang – Masyarakat Kota Malang yang ingin mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), wajib memiliki akun dalam sistem satu sehat. Itu digunakan, untuk membantu para peserta terkait dengan jadwal pemeriksaannya agar tidak terlewat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa dalam sistem tersebut memberikan pengingat secara bertahap. Sehingga, satu peserta wajib memiliki satu akun. “Peserta akan diingatkan mulai 30 hari sebelum hari pemeriksaan, lalu dua minggu sebelumnya, satu minggu sebelumnya, hingga sehari sebelum jadwalnya. Sehingga masing-masing orang atau warga mempunyai akun satu sehat,” jelas Husnul, Sabtu (01/02/2025) tadi.
Husnul juga menegaskan, bahwa pendaftaran peserta tidak bisa diwakilkan. Apabila seseorang mendaftarkan 10 orang sekaligus, maka hanya pendaftar akun utama yang menerima pengingat, sementara untuk lainnya tidak.
Baca juga :
“Kalau satu orang mendaftarkan 10 peserta, yang mendapat pengingat hanya pendaftar pertama, lainnya tidak. Nah ini yang akan membuat mereka lupa. Sehingga tidak bisa kalau diwakilkan pada satu orang saja,” ucapnya.
Meskipun warga dianjurkan menjalani pemeriksaan pada hari ulang tahunnya, namun masih diberi kesempatan hingga 30 April mendatang. Terutama bagi yang tidak bisa hadir tepat waktu. “Jadi mulai peserta yang lahir di Januari, Februari, Maret, itu masih diberi kesempatan sampai 30 April. Manakala pemeriksaan jatuh pada hari libur di hari Sabtu dan Minggu, maka dia boleh melakukan pemeriksaan sebelum atau sesudahnya,” katanya.
Untuk memastikan pemeriksaan berjalan dengan lancar, nantinya Dinkes Kota Malang akan memantau pelaksanaannya di 16 puskesmas, mulai Senin (03/02/2025) mendatang. Pemantauan ini mencakup antrean, kendala teknis, serta pemerataan layanan kesehatan di berbagai wilayah.
“Sehingga harapannya PKG ini dapat berjalan lebih tertib dan efektif, serta memastikan setiap warga Kota Malang mendapatkan layanan kesehatan yang optimal,” imbuh Husnul. (rsy/sit)











