Hukum & Kriminal

Begal Bermotor Beraksi di Klakah Lumajang, Warga Tanggul harus Relakan Motor

Diterbitkan

-

RUTE: Maps lokasi kejadian pembegalan. (ist)

Memontum Lumajang – Aksi begal sepertinya tidak ada habisnya. Meskipun di Bulan Puasa, kawanan pelaku tetap saja beraksi di wilayah hukum Polres Lumajang.

Kali ini, kawanan pelaku berhasil membegal warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, saat di kawasan Jalan Prayuana, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Kejadian tersebut, berlangsung, Sabtu (22/03/2025) sekitar pukul 05.00.

Diperoleh informasi, saat itu korban sedang dalam perjalanan dari Surabaya tujuan Jember, dengan mengendarai motor Honda Beat. Sesampainya di Jalan Prayuana-Lumajang, korban dipepet pelaku tidak dikenal, yang juga mengendarai motor Honda Beat secara berboncengan.

“Sepeda motor yang dibegal Honda Beat,” kata warga, Emi.

Advertisement

Kapolsek Klakah Polres Lumajang, AKP Rudi Isyanto, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya aksi pembegalan itu. Selain motor korban berhasil dibawa kabur pelaku, korban teridentifikasi juga warga Jember.

Baca juga :

“Benar (terjadi aksi, red) TKP nya di Jalan Prayuana, Klakah pukul 05.00. Korban atas nama Sugianto warga Tanggul Jember,” terangnya, kepada Memontum.com, Minggu (23/03/2025) tadi.

AKP Rudi menjelaskan, bahwa awalnya korban mengisi BBM di SPBU Klakah. Setelah selesai mengisi, korban langsung meluncur ke arah Randuagung menuju Tanggul.

Advertisement

“Setelah beli BBM di SPBU, korban melaju ke arah Timur. Saat sampai di Jalan Prayuana, korban dipepet pelaku yang berboncengan. Salah satu pelaku kemudian menendang motor korban hingga jatuh dan motor korban diambil pelaku,” jelasnya.

Sekedar diketahui, di Jalan Prayuana Klakah Lumajang sendiri sudah sering terjadi peristiwa begal sepeda motor. Bahkan dalam menjalankan aksinya, kawanan begal ini tidak segan-segan melukai para korbannya. Masyarakat berharap, ada tindakan tegas dari aparat yang berwenang untuk bisa melumpuhkan komplotan begal.

“Kalau pak polisi tidak mau bergerak (patroli, red) dan menunggu laporan, ya merajalela begalnya. Bukan hadir dan memberi rasa aman namanya,” ungkap salah seorang warga, Piko. (adi/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas