Kota Malang
Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menunda pelaksanaan gelaran Pasar Murah. Itu karena, kegiatan yang sebelumnya berlangsung di dua kecamatan di Kota Malang, sempat memicu kericuhan antar warga yang mengantre.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa ada skema baru yang sedang disiapkan, agar lebih tertata dan tepat sasaran. Yakni dengan menggunakan kupon yang didistribusikan melalui wilayah masing-masing.
“Hari ini kami tunda sebentar pelaksanaannya. Nanti akan kami adakan lagi dengan skema baru yang lebih nyaman, tepat sasaran dan tidak menimbulkan kerumunan. Kalau sebelumnya kan hanya berdasarkan KTP, nanti skema baru akan menggunakan kupon yang didistribusikan oleh wilayah masing-masing sehingga lebih tepat sasaran,” jelas Eko, Rabu (11/03/2026) tadi.
Meski mekanisme berubah, jumlah paket Sembako yang disediakan dalam pasar murah tetap sama, yakni sebanyak 1.300 paket. Untuk skema baru tersebut, juga telah dikoordinasikan dengan camat dan lurah, agar pelaksanaannya lebih tertib.
“Kami sudah berkomunikasi dengan para camat dan lurah agar pelaksanaan pasar murah nanti lebih tertata dan terkoordinasi dengan wilayah,” ucapnya.
Baca juga :
Eko juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Dirinya mengakui mekanisme pelaksanaan pasar murah sebelumnya masih menimbulkan ketidaknyamanan.
“Kami minta maaf sebelumnya, karena pelaksanaan pasar murah dengan skema kemarin ternyata kurang nyaman. Kami juga memohon maaf, karena sempat menimbulkan kegaduhan dan kericuhan, serta ada masyarakat yang belum mendapatkan paket Sembako,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi diduga dipicu oleh kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan bahan pokok. “Ini karena panic buying saja. Ada isu bahwa bahan pokok akan langka atau harganya naik, sehingga masyarakat datang dalam jumlah banyak di luar prediksi,” kata Wali Kota Wahyu.
Dirinya menyebut, lonjakan jumlah warga yang datang ke pasar murah kali ini berada di luar perkiraan pemerintah. “Selama ini kita mengadakan Gerakan Pangan Murah tidak pernah sampai sebanyak itu. Kemarin memang di luar dugaan sehingga kita kewalahan,” imbuhnya. (rsy/sit)












