Berita Nasional

Peningkatan Produktivitas Pertanian, Kementan Salurkan Sumur Bor dan Jaringan Irigrasi di Banyuwangi

Diterbitkan

-

RUMAH POMPA: Bupati Banyuwangi saat menghadiri peresmian rumah pompa. (pemkab for memontum)

Memontum Banyuwangi – Kementerian Pertanian (Kementan) dukung Pemkab Banyuwangi dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Dalam hal ini, Kementan menyalurkan bantuan berupa sumur bor dan jaringan irigasi untuk meningkatkan produksi pertanian petani di Banyuwangi.

Bantuan sumur bor tersebut, salah satunya diterima oleh Kelompok Tani Keji Beling, Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari. Sumur bor tersebut, mampu mengairi lahan sawah seluas 50,63 hektar yang dikelola 63 petani.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa dengan adanya sumur bor ini memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani sepanjang tahun. “Sumur bor ini dapat mendorong produktivitas pertanian sekaligus juga sebagai upaya antisipasi kekeringan jelang musim kemarau yang segera tiba,” kata Bupati Ipuk, saat menghadiri peresmian rumah pompa di areal persawahan Poktan Kejibeling di sela-sela aktivitas Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (07/05/2026) tadi.

Bupati Ipuk menjelaskan, keberadaan rumah pompa dan sumur bor tidak hanya membantu menjaga pasokan air irigasi, namun juga memberi manfaat ekonomi yang lebih luas. Dengan ketersediaan air yang stabil, petani dapat meningkatkan intensitas tanam, mempercepat masa tanam, hingga menekan risiko gagal panen saat musim kemarau.

Advertisement

Selain itu, rumah pompa menjadi pusat pengelolaan distribusi air yang lebih tertata dan efisien. Air dapat dialirkan secara merata ke area persawahan, sehingga petani tidak lagi harus bergantian mendapatkan pasokan air seperti sebelumnya.

“Mari kita jaga bersama-sama fasilitas yang sudah tersedia ini supaya bisa digunakan secara jangka panjang untuk kesejahteraan semua,” ujar Bupati Ipuk.

Baca juga :

Sumur bor yang diresmikan tersebut, merupakan bagian dari Program Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementan. Optimasi lahan sendiri, merupakan upaya meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas tanaman melalui penataan sistem pengairan serta penataan lahan.

Kegiatan optimasi lahan tahun 2025 di Kabupaten Banyuwangi sendiri, dilaksanakan untuk lahan seluas 1.008 hektar di tiga kecamatan, meliputi Rogojampi, Blimbingsari dan Srono. Program tersebut, mencakup pembangunan 29 unit sumur bor, pembangunan jaringan irigasi tersier sebanyak tiga unit dengan total panjang 300 meter, serta bantuan benih untuk 1.001 hektar sawah dengan total 25.025 kilogram.

Advertisement

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Keji Beling Desa Kaotan, Isa Ansori, mengaku bersyukur atas bantuan sumur bor tersebut. Menurutnya, sejak adanya sumur bor, ketersediaan air menjadi lebih melimpah dan stabil.

“Sebelum ada sumur bor, petani harus bergantian untuk dapat air, sekarang tidak lagi. Masa tanam dan panen juga bertambah, dari yang tadinya dua kali setahun bisa tiga kali setahun. Kami juga tidak perlu khawatir lagi menanam di musim kemarau karena airnya cukup,” jelas Isa.

Dirinya juga mengaku, keberadaan rumah pompa dan sumur bor juga membuka peluang usaha baru bagi Poktan. Selain untuk pertanian, air dari sumur bor kini dimanfaatkan untuk budidaya ikan hingga wahana kolam renang anak yang dikelola kelompok tani.

“Penghasilan dari usaha itu sebagian digunakan untuk biaya operasional sumur bor, seperti membeli token listrik dan kebutuhan operasional kelompok tani lainnya,” imbuhnya.

Advertisement

Produksi padi di Banyuwangi sendiri, kini terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, produksi padi Banyuwangi mencapai 806.771 ton dengan luas tanam 121.319 hektar. Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2024 yang mencapai 794.783 ton dengan luas tanam 119.651 hektar. (kom/bwi/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas