Kota Malang

Dorong Lansia Tetap Produktif, Pemprov Jatim Gelontorkan Bantuan hingga Rp 108 Miliar

Diterbitkan

-

LANSIA: Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat berfoto bersama dengan para Lansia pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 30. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 30, di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (29/05/2026) tadi. Mengusung tema ‘Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh’, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan berbagai program pemberdayaan bagi lansia, mulai dari bantuan zakat produktif, rombong usaha, hingga jaminan hidup bagi lansia tidak berdaya.

Gubernur Jatim melalui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur, Restu Novi, mengatakan bahwa dalam peringatan HLUN kali ini sengaja menghadirkan Lansia-lansia yang masih aktif dan produktif. Diantaranya, para pedagang pasar dan pelaku UMKM.

“Sesuai dengan temanya, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh, sehingga kita menghadirkan juga Lansia-lansia tangguh, yaitu pedagang di pasar dan pengusaha UMKM,” ujar Restu.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan zakat produktif yang bersumber dari BUMD kepada 100 lansia, masing-masing sebesar Rp 500 ribu. Selain itu, bantuan rombong usaha juga diberikan kepada Lansia yang masih bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga.

Advertisement

“Masih ada Lansia yang tetap berdaya dan menjadi penopang keluarganya. Ada yang merawat cucu karena orang tuanya bercerai atau meninggal dunia,” tambahnya.

Baca juga :

Tidak hanya bantuan produktif, Pemprov Jatim juga mengalokasikan anggaran besar untuk perlindungan sosial Lansia. Sebanyak Rp 108 miliar disiapkan untuk program PKH Plus bagi 54 ribu Lansia tidak berdaya di Jawa Timur. Setiap penerima, mendapatkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp 2 juta pertahun.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mengalokasikan Rp 450 juta untuk program permakanan lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU). Saat ini, Jawa Timur memiliki tujuh UPT Lansia dengan total 950 penerima manfaat.

Restu menambahkan, peringatan HLUN di Kota Malang dibuat sebagai miniatur pelayanan Lansia yang diharapkan dapat diterapkan hingga tingkat desa dan kelurahan. “Di sini ada Posyandu Lansia, Salon Lansia, terapi lansia, hingga angkringan gratis tanpa sewa. Ini yang kami harapkan bisa tumbuh di desa dan kelurahan,” katanya.

Advertisement

Menurutnya, Lansia tidak boleh dipandang sebagai akhir dari produktivitas. Sebaliknya, Lansia harus tetap diberdayakan agar sehat, mandiri dan tangguh.

“Lansia bukan akhir dari segalanya. Lansia juga awal untuk tetap berdaya, sehat dan tangguh,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas