Kota Malang

Pemkot Malang Siapkan Lahan 5,4 Hektare di Arjowinangun untuk Sekolah Rakyat Permanen

Diterbitkan

-

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang telah menyiapkan lahan permanen untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Lahan yang disiapkan itu, berada di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, seluas 5,4 hektare.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa lokasi tersebut menjadi opsi paling memungkinkan setelah sejumlah lahan yang sebelumnya diusulkan terkendala aturan tata ruang dan persyaratan dari pemerintah pusat. “Usulan lokasi pertama yang diajukan di lahan Poltekom ini, tetapi tidak mendapat persetujuan karena pemerintah pusat menginginkan pembangunan dilakukan di lahan kosong yang dapat dibangun dari nol. Kemudian, kami mengusulkan lahan di sekitar GOR Ken Arok. Namun, usulan tersebut juga menghadapi kendala karena sebagian area masuk dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan berbatasan langsung dengan lahan milik masyarakat,” jelas Donny, Sabtu (13/06/2026) tadi.

Setelah melalui berbagai kajian, lokasi di Arjowinangun menjadi alternatif yang dinilai paling realistis. Meski berstatus RTH, kawasan tersebut berupa lapangan sepak bola milik lingkungan setempat sehingga masih memungkinkan dilakukan perubahan fungsi melalui mekanisme penggantian fasilitas.

Baca juga :

Advertisement

“Sudah ada koordinasi dengan Kementerian ATR. Bisa dilakukan perubahan, tetapi harus ada penggantian lapangan sepak bola di lokasi lain,” ucapnya.

Nantinya di lahan 5,4 hektar tersebut akan diproyeksikan menjadi Sekolah Rakyat terpadu yang melayani jenjang pendidikan mulai SD, SMP hingga SMA. “Kalau Sekolah Rakyat itu konsepnya memang dari SD sampai SMA,” katanya.

Pemkot Malang berharap pembangunan dapat segera direalisasikan tahun 2026 ini. Sebab, hingga saat ini Kota Malang masih belum mendapatkan penugasan untuk membuka penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat tingkat SMP karena fasilitas permanen belum tersedia.

“Harapan kami tahun ini bisa terbangun. Sehingga anak-anak Sekolah Rakyat yang saat ini masih menempati lokasi sementara bisa dipindahkan ke gedung permanen,” imbuh Donny. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas