Kota Malang
Dua Lokasi Diprioritaskan, Pemkot Malang Mulai Bangun Gerai Koperasi Merah Putih

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, mulai memprioritaskan pembangunan dua gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Malang. Yakni, ada di Bandungrejosari dan Arjowinangun. Langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat yang menargetkan pembangunan 7.923 gerai KMP di seluruh Indonesia.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan bahwa Kota Malang memiliki 57 KMP yang sudah terbentuk. Namun, dua lokasi tersebut menjadi prioritas lantaran sudah tersedia lahan dan telah melalui koordinasi dengan Kodim serta Pemkot Malang.
“Kita ada 57 KMP, tapi yang prioritas ada dua di Bandungrejosari dan Arjowinangun,” ujar Eko, Jumat (14/11/2025) tadi.
Kemudian, ditambahkannya bahwa proses pembangunan gerai sudah mulai berjalan, termasuk pengerjaan pondasi. Untuk teknis pelaksanaannya, Pemkot Malang melibatkan DPUPRPKP Kota Malang.
“Tahun ini mulai, karena tinggal 1,5 bulan. Pengerjaan pondasi dan lain-lain sudah berjalan,” tambahnya.
Pembangunan gerai, menurutnya dibiayai oleh pemerintah pusat di bawah koordinasi TNI Angkatan Darat, sementara lahan menggunakan aset Pemkot atas arahan Wali Kota. Untuk gerai KMP nantinya berfungsi layaknya toko atau gudang kecil yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat.
Baca juga :
“Gerai itu seperti gudang, tapi berupa etalase-etalase kebutuhan warga. Mirip toko,” tuturnya.
Ke depan, Pemkot Malang menargetkan seluruh KMP di Kota Malang memiliki gerai sendiri. Namun untuk saat ini, pemerintah masih fokus pada penyediaan sarana dan prasarana sebelum memberikan modal usaha tambahan.
“Unit bisnis yang dikembangkan KMP meliputi LPG, sembako dan air minum isi ulang.
Untuk usaha LPG telah berjalan di delapan koperasi, air minum isi ulang di enam koperasi, sementara sembako masih menunggu grand opening,” lanjut Eko.
Sementara itu, Ketua KMP Bandungrejosari, Bambang Suharyadi, mengungkapkan bahwa gerai sementara telah dibuka pada Kamis (13/11/2025) kemarin. Gerai tersebut ditempatkan di Kantor Kelurahan Bandungrejosari, sambil menunggu pembangunan gerai permanen oleh pemerintah pusat.
“Lokasi gerai permanen nanti ada di RW 13. Gerai sementara ini sebagai semangat dukungan terhadap program pusat. Untuk sementara, gerai Bandungrejosari menjual LPG, air minum dan beberapa produk UMKM kelurahan,” kata Bambang.
Bambang berharap ada perhatian pemerintah terhadap regulasi penjualan LPG oleh KMP. Dia menilai status KMP sebagai sub agen dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat dengan toko kelontong yang juga menjadi anggota koperasi.
“Kami berharap KMP bisa naik menjadi agen, bukan sub agen, agar tidak berdampak pada usaha toko kelontong kecil,” imbuh Bambang. (rsy/sit)











