Kota Malang
Imbas Kenaikan Harga BBM, Harga Buah di Kota Malang Melonjak hingga 20 Persen

Memontum Kota Malang – Harga sejumlah komoditas buah di Kota Malang mengalami kenaikan dalam 10 hari terakhir. Salah satu seorang pedagang buah Pasar Gadang, Abdul Khodir, menyebut bila kenaikan tersebut dipicu meningkatnya biaya transportasi setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik.
Pria yang akrab disapa Khodir, itu mengatakan bahwa harga buah di tingkat petani relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, biaya distribusi yang meningkat membuat harga jual di pasaran ikut terkerek naik.
“Harganya sekarang naik. Imbasnya dari dolar naik, otomatis BBM naik, ongkos truk naik, transport naik. Buahnya di lahan tetap, tapi karena biaya transportasi naik, harganya ikut melambung,” ujar Khodir, Selasa (16/06/2026) tadi.
Kenaikan harga buah rata-rata, disebutnya, mencapai sekitar 20 persen dibandingkan sebelumnya. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain mangga gadung dan melon. Harga mangga gadung yang sebelumnya berada di kisaran Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu perkilogram kini naik menjadi Rp 25 ribu perkilogram. Sementara harga melon naik dari sekitar Rp 9 ribu menjadi Rp 11 ribu perkilogram.
Baca juga :
“Naiknya sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu perkilogram,” katanya.
Meski harga mengalami kenaikan, Khodir mengaku kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap jumlah pembeli. Mayoritas konsumennya merupakan pelanggan tetap yang rutin membeli dalam jumlah besar.
“Pembeli tetap saja karena sudah ada langganan. Mungkin yang terdampak itu pengecer, tapi kalau pelanggan saya tidak terlalu berpengaruh,” tambahnya.
Bahkan, sebagian besar pembelinya berasal dari luar daerah dengan jumlah pembelian mulai satu hingga lima kuintal dalam sekali transaksi. Selain melayani pasar lokal, buah yang dijualnya juga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan.
“Kalau pengiriman luar kota, buah sudah disetting dari sini masih mentah. Nanti sampai tujuan baru matang,” imbuhnya. (rsy/sit)











