Jember
Bupati Jember Beri Tantangan Baru Kedinasan untuk Pengurus Kormi Masa Bakti 2025-2030

Memontum Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan tantangan baru kedinasan kepada Pengurus Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Jember Masa Bakti 2025–2030, yang baru saja resmi dilantik di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/07/2026) tadi. Di bawah kepemimpinan Tri Basuki, Kormi Jember dituntut untuk menerapkan standar tata kelola organisasi modern yang akuntabel.
Dalam sambutannya, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, menyampaikan pemberlakuan standardisasi manajemen berbasis data (data driven management). Dimana setiap penyusunan program kerja, wajib didasarkan pada basis data faktual serta kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai kepala daerah yang berlatar belakang akademisi ekonomi, Gus Fawait menggarisbawahi bahwa efektivitas penyerapan hibah daerah atau fasilitas publik oleh organisasi mitra pemerintah akan diukur secara ketat melalui indikator kinerja utama yang jelas, bukan sekadar laporan pertanggungjawaban administratif di atas kertas. Dirinya juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghendaki setiap kegiatan olah raga masyarakat yang didukung oleh Pemda, memiliki tiga parameter keberhasilan utama yang terukur.
Pertama, terangnya, adalah parameter peningkatan prestasi pada rumpun olah raga rekreasi. Kedua adalah parameter perbaikan indikator kesehatan dan tingkat kebugaran masyarakat secara umum. Ketiga, adalah parameter dampak stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil di lokasi penyelenggaraan acara.
Baca juga :
“Kami ingin setiap program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program yang dilaksanakan harus mampu memberikan manfaat yang luas, menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Jember,” tegas Gus Fawait.
Menjawab tantangan tata kelola tersebut, Ketua Kormi Jember, Tri Basuki, menyampaikan rasa terima kasih atas arahan dan supervisi dari bupati. Dirinya menegaskan, bahwa 25 pengurus baru yang diisi oleh kombinasi tokoh olah raga, akademisi dan praktisi media sosial akan segera melakukan rapat kerja untuk menyusun pangkalan data (database) mengenai kondisi kebugaran dan sebaran komunitas olah raga rekreasi di 31 kecamatan di Jember.
Kajian ini, akan digunakan untuk memetakan wilayah mana saja yang tingkat partisipasi olahraganya masih rendah. Sehingga, memerlukan intervensi program prioritas.
Bahkan, Kormi Jember juga akan memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap keaktifan setiap Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang dinaunginya. “Dengan manajemen internal yang tertib, transparan dan berbasis pada data riil lapangan, Kormi Jember optimistis dapat menyajikan laporan kinerja yang objektif kepada pemerintah daerah. Sekaligus membangun kepercayaan publik bahwa Kormi adalah mitra strategis yang kredibel dalam memajukan kualitas hidup warga Kabupaten Jember. (kom/rio/gie)














