Kota Malang

Survei DKN bersama 10 Ormas Dukung Trans Jatim Koridor 2, Dishub Jatim Matangkan Halte dan Feeder Angkot

Diterbitkan

-

RILIS: Pelaksanaan rilis survei dan deklarasi dukungan terhadap pengoperasian Bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya yang digelar di GKB IV UMM. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dewan Kampung Nuswantara (DKN) bersama 10 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menyatakan dukungannya terhadap pengoperasian Bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya. Hal itu disampaikan, setelah melalui hasil survei dan deklarasi yang digelar di Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (28/07/2026) tadi.

Tim Riset Independen, George Da Silva, memaparkan hasil survei terhadap 750 responden pengguna transportasi umum di Malang Raya. Survei tersebut, menggunakan metode purposive random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3,57 persen.

Hasil survei, menunjukkan mayoritas masyarakat mendukung kehadiran Trans Jatim Koridor 2 yang direncanakan melayani rute Terminal Talangagung Kepanjen–Terminal Hamid Rusdi–Terminal Arjosari. “Sebanyak 54,5 persen responden menyatakan setuju dan 36,4 persen sangat setuju atas kehadiran Trans Jatim Koridor 2 sebagai solusi mengurai kemacetan serta menyediakan moda transportasi publik yang aman, tepat waktu dan terjangkau,” jelas George.

Selain mendukung operasional bus, tambahnya, masyarakat juga memberikan dukungan penuh terhadap konsep pengalihan Angkutan Kota (Angkot) menjadi angkutan pengumpan atau feeder. Dalam survei tersebut, 63,6 persen responden menyatakan setuju dan 36,4 persen sangat setuju terhadap skema tersebut.

Advertisement

“Integrasi rute feeder yang melintasi kawasan permukiman dan sekolah seperti Sawojajar, Oro-Oro Dowo, Soekarno-Hatta (Suhat), Sukun, Bumiayu, hingga kawasan pendidikan juga dinilai tepat sasaran oleh 90,9 persen responden,” tambahnya.

Baca juga :

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) LLAJ Wilayah Malang Dishub Provinsi Jawa Timur, M Binsar Garchah Siregar, mengatakan bahwa saat ini masih dilakukan pemetaan terkait kesiapan infrastruktur pendukung, terutama titik halte atau bus stop untuk Trans Jatim Koridor 2. “Kami mencoba memetakan dulu halte atau bus stop yang terkait dengan rambu di wilayah Kabupaten Malang. Ada beberapa titik yang kemungkinan bisa mewakili masyarakat untuk naik turun penumpang Trans Jatim, tetapi masih dalam tahap penjajakan,” jelas Binsar-sapaannya.

Dikatakannya, penentuan titik halte tidak hanya melihat lokasi yang tersedia, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Beberapa aspek yang menjadi kajian di antaranya akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, pasar, serta pusat aktivitas warga.

“Yang menjadi kajian adalah kebutuhan masyarakat. Karena transportasi bukan hanya soal murah, tetapi juga harus aman, nyaman, tertib dan tepat waktu,” katanya.

Advertisement

Terkait jalur, Binsar menyebut rencana koridor di wilayah Kabupaten Malang akan melintasi Terminal Hamid Rusdi menuju Bululawang, Gondanglegi, hingga Kepanjen. Sementara untuk wilayah Kota Malang masih dilakukan pembahasan bersama operator angkutan kota.

“Trans Jatim ini tidak untuk mematikan angkutan kota, tetapi justru membangkitkan moda transportasi yang baru dengan integrasi feeder. Harmonisasi ini yang harus dijaga,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ketua DKN, Ach Harun Al Rasid, meminta pemerintah segera menyiapkan kepastian regulasi dan skema pendanaan bagi pengemudi angkot yang nantinya beralih menjadi feeder. “Perlu ada payung hukum dan skema yang menjamin pendapatan harian para pengemudi angkot. Selain itu, sosialisasi dan pendampingan harus terus dilakukan agar transisi berjalan lancar,” imbuh Harun. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas