Kabupaten Malang

Musim Hujan, Begini Himbauan BPBD Kabupaten Malang

Diterbitkan

-

Bambang Istiawan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang. (H Mansyur Usman/memontum.com)

Malang, Memontum —Memasuki musim penghujan, masyarakat Kabupaten Malang dihimbau lebih waspada terhadap potensi terjadinya bencana.Pasalnya, kondisi geografis Kabupaten Malang terdiri dari kawasan bukit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang,Bambang Istiawan mengatakan, resiko terjadinya bencana di Kabupaten Malang perlu diwaspadai, terutama wilayah terletak  di kemiringan di atas 45 derajat.

“Sesuai data di BMKG,  saat ini sudah masuk musim penghujan.Secara geografis, wilayah di Kabupaten Malang termasuk daerah yang rawan bencana, salah satunya  bencana longsor. Meskipun tidak semua wilayah namun perlu diwaspadai. Terlebih untuk daerah yang posisinya berada di kemiringan di atas 45 derajat,” ujar Bambang, Kamis (6/12/2018) siang.

Menurutnya, bencana longsor tidak bisa diprediksi terjadi di titik yang sama, namun untuk daerah yang terletak kemiringan 45 derajat ke atas harus diwaspadai.

Advertisement

“Apalagi kondisi geografisnya berupa tanah, ditambah pohonnya yang sudah jarang, itu harus lebih waspada. Namun untuk.upaya jangka panjangmya, Pemkab Malang melalui jajaran OPD nya juga sudah berupaya melakukan penanaman pohon,” jelas mantan Camat Sumawe dan Lawang ini.

Pihaknya juga menyebut, saat ini sudah ada pemetaan titik di Kabupaten Malang yang termasuk dalam wilayah rawan banjir skala menengah ke atas. Seperti Tirtoyudo, Sitiarjo, Lenggoksono dan Ampelgading.

“Itu untuk banjir skala menengah ke atas, namun untuk banjir yang disebabkan drainase mampet karena sampah seperti di kawasan perumahan, itu bisa terjadi dimana saja. Dan saya rasa warga bisa menanganinya secara mandiri,” ulasnya.

Guna mengantisipasi kejadian tersebut, pihaknya juga memiliki tim yang siap digerakkan manakala terjadi bencana. Tim yang standby di daerah per kecamatan, maupun tim yang standby di Kantor BPBD Kabupaten Malang.

Advertisement

“Kalau tim khusus tidak ada, tapi sepanjanh tahun, kami (BPBD Kabupaten Malang) mempunyai tim yang siap digerakan di yang ada di setiap kecamatan maupun di Mako. Seperti relawan PMI, Tagana dan beberapa lainnya. Malah mereka yang tau lebih dulu.

Melalui koordinasi, jika ada bantuan yang perlu didatangkan dari BPBD ataupun OPD lain, ya bakal kita support. Sekarang kalau hanya dari BPBD, semisal kejadiannya di Kasembon, kalau nunggu berangkat dari BPBD ya perjalanan dua jam untuk kesana,” bebernya.

Lepas dari itu, pembentukan desa tangguh bencana juga dipersiapkan .Saat ini di Kabupaten Malang, dari 378 desa dan 12 kelurahan, sudah ada 34 desa tangguh bencana.

“Memang ke depannya, kami berencana untuk desa tangguh bencana bisa ada di seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Malang. Namun juga harus disiapkan pokjanya. Karena nanti juga harus membuat semacam pelatihan, simulasi jika terjadi bencana, rambu bencana, titik kumpulnya juga harus disiapkan. Kami juga berharap nantinya bisa terbentuk secara mandiri di setiap desa,” tambahnya.

Advertisement

Dikatakan, untuk desa tangguh bencana, sesuai dengan RPJMD, hingga tahun 2021 mendatang, setiap tahun akan ada tiga desa yang dijadikan sebagai desa tangguh bencana.

“Tentunya sesuai dengan kondisi masing-masing. Dalam artian, misalnya untuk desa yang berada di kaki gunung, bisa siap dan waspada terhadap letusan gunung begitu juga untuk bencana lainnya. Karena saya rasa non sense, jika nihil adanya korban pada suatu daerah tanpa ada penguatan sebelum bencana itu terjadi,” pungkasnya. (sur/oso)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas