Banyuwangi

Koperasi Barokah Bersama Bantah Tak Cairkan Uang Tabungan Jukir

Diterbitkan

-

Ketua KSU Koperasi Barokah Bersama, Ndenden W. (tut)

Memontum Banyuwangi – Koperasi Barokah Bersama, Koperasi juru parkir yang ada di Banyuwangi, membantah kalau uang tabungan juru parkir belum diberikan.

Ketua Koperasi Barokah Bersama, Ndeden W mengungkapkan pihaknya sudah memberikan tabungan Jukir sebelum hari Raya Idul Fitri, sekaligus menyerahkan buku tabungannya.

“Wah tidak benar kalau tabungan Jukir itu belum di cairkan,” ujar Ndeden, kepada memontum.com, Rabu (31/7/2019) siang.

Ndenden mengaku jika uang tabungan Jukir wilayah Kecamatan Genteng tersebut ditipkan di koordinator Jukir kecamatan Genteng Samsudin alias Didin.

Advertisement

“Bahkan seluruh tabungan sudah saya serahkan 100 % ke koordinator Jukir Genteng, sekaligus buku tabungannya dan bingkisan hari raya,” ungkapnya.

Terkait persoalan ini, lanjut Ndeden pihaknya segera menyelesaikannya dan memanggil koordinator Jukir Kecamatan Genteng untuk dilakukan klarifikasi kebenarannya.

“Segera saya panggil Didin terkait persoalan ini,” katanya.

Lanjut Ndeden, dalam hal tabungan Jukir, pihaknya tidak pernah menahan uang tabungan milik Jukir. Jika ada Jukir yang membutuhkan, pihaknya langsung menyerahkannya.

Advertisement

“Sewaktu-waktu Jukir butuh uang, bisa mengambil tabungannya, karena itu uangnya sendiri yang dititipkan ke Koperasi,” tandasnya.

Sementara koordinator Jukir Kecamatan Genteng, Samsuddin alias Didin membantah kalau dirinya menahan uang tabungan Jukir Kecamatan Genteng.

Menurutnya, dana tabungan milik Jukir Kecamatan Genteng tersebut sudah diberikan.

“Uang tabungan itu sudah saya berikan,” dalihnya, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Advertisement

Didin mengaku, jika tabungan milik Jukir Kecamatan Genteng itu tidak semua diberikan, dan masalah ini pihak Koperasi Barokah Bersama sudah tahu.

“Memang, tidak semua tabungan itu dicairkan, masih ada beberapa yang belum diberikan. Dan lebih jelasnya tanya langsung ke Bendahara Koperasi Barokah Bersama, jangan tanya ke Ketua Koperasi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, 60 Jukir Kecamatan Genteng mengeluh uang tabungan untuk hari raya idul Fitri belum dicairkan oleh Koperasi Barokah Bersama. Bahkan salah satu Jukir yang biasa mangkal di Apotik Drajat sangat membutuhkan dana tersebut untuk biaya operasi istrinya.

Dari 60 anggota Jukir, rata-rata setiap Jukir memiliki tabungan sebesar Rp 2 juta – 3 juta.

Advertisement

“Kalau dibuat rata-rata Rp 2 juta kalau dikalikan 60 orang, ada Rp 100 juta lebih,” ungkapnya.

Menurut EK, untuk mencairkan dana tabungan tersebut, Jukir Kecamatan Genteng menitipkan ke Pengawas Jukir. Dan yang mengambil dana tabungan ke Koperasi Barokah Bersama adalah Pengawas Jukir.

Baca : Jukir Wilayah Genteng Desak Pengelola Tabungan Segera Cairkan Tabungan

“Setiap tahun Para Jukir kalau mengabil tabungan melalui Pengawas Jukir, setelah diambilkan oleh oengawas, diberikan kepada kami.

Advertisement

“Biasanya Koperasi Barokah Bersama itu tidak pernah telat menyerahkan uang tabungan ini. Tapi untuk tahun ini (2019) kok gak dicairkan,” keluhnya. (ras/oso)

 

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas