Politik
Anggota DPRD Provinsi Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan Melibatkan Polres Situbondo

Memontum Situbondo – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Zeiniye S.Ag, menggelar kegiatan sosialisasi bertema ‘Wawasan Kebangsaan’ di Gedung Serbaguna Pasirputih Kecamatan Bungatan, Jumat (26/11/2021).
Dalam pelaksanaan yang menerapkan protokol kesehatan itu, Zeiniye menjelaskan, bahwa setiap tahunnya anggota DPR mempunyai hak untuk melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan. Termasuk, sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah atau Peraturan Daerah.
“Untuk Kabupaten Situbondo, sosialisasi dilakukan dengan mengambil tema mengenai Wawasan Kebangsaan,” paparnya.
Lebih lanjut Zeiniye, yang juga Ketua DPC PPP Situbondo ini menambahkan, bahwa pelaksanaan sosialisasi didominasi oleh para aktivis seperti Fatayat NU, Fajar Emak Sholehah (FES), IPNU IPPNU dan Angkatan Muda Ka’bah (AMK), GMPI serta Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) dan menghadirkan nara sumber (pemateri) dari Polres Situbondo.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Situbondo ini mengajak, agar peserta untuk memahami wawasan kebangsaan. Karena, ini sangat penting untuk dikuatkan bagi para aktifis, dimana karena mempunyai komunitas.
“Ketika mereka punya komunitas, maka isu-isu strategis, isu-isu nasional, karakter kepemimpinan yang menjadi fondasi dasar bagi aktifis yang harus dimiliki, dan dapat digetuk tularkan sesuai komunitasnya masing-masing,” ucapnya.
Baca juga :
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
Tidak hanya itu yang disampaikan, pihaknya juga mengundang Polres sebagai mitra kerja dan stakeholder untuk memberikan penguatan tentang Wawasan Kebangsaan kepada peserta.
Oleh karenanya, dirinya mengajak peserta tidak alergi mendiskusikan konsep kebangsaan di tengah masyarakat. “Jangan alergi bicara kebangsaan, bicara Pancasila. Jangan alergi bicara politik, jangan pilih calon pemimpin yang memberikan imbalan,” ajaknya.
Tujuan lain dari sosialisasi ini, yaitu juga dalam rangka menjelaskan arti pentingnya dari wawasan kebangsaan dan pengamalan Pancasila yang mulai tergerus dengan perubahan budaya dan zaman.
“Kita yang hadir menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan wawasan kebangsaan ini kepada masyarakat. Khususnya, generasi muda yang masih harus diperkuat dan ditanamkan rasa cinta tanah airnya,” ujarnya.
Selain melakukan sosialisasi, Zeiniye juga menyerap (menampung) berbagai aspirasi dari peserta yang diajukan. (her/sit)















