Connect with us

SEKITAR KITA

BPUM Sumenep Diduga jadi Ajang Pungli Oknum

Diterbitkan

||

BPUM Sumenep Diduga jadi Ajang Pungli Oknum

Memontum Sumenep – Para penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, terpaksa mengelus dada. Mereka hanya bisa pasrah, ketika para penerima Bantuan Presiden atau yang lebih dikenal Banpres, dalam realisasinya diduga dipungli. Dugaan pungutan liar (pungli) itu, dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Menurut salah satu korban yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa oknum tersebut diduga telah memungut liar dana bantuan itu dengan nilai mencapai hingga ratusan ribu perorang. Ada pun modusnya, dikenakan biaya administrasi dengan cara dikumpulkan di rumah Korlap dan sebagian didatangi ke rumah masing- masing penerima.

“Dugaan pemotongan uang tersebut, ada yang diserahkan langsung dan ada pula yang panggil dikumpulkan di rumah Korlap,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, tidak hanya satu atau dua orang saja. Di Desa itu, terdapat sekitar empat orang yang diduga kuat, menjadi korban pemotongan bantuan dari program yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Sementara di warga daerah RT sini, masih ada empat orang, mas. Mereka masing-masing berinisial M, AS, MD dan AM. Yang bantuan sosialnya, diduga dipungli senilai kurang lebih Rp 550 ribu hingga Rp 600 ribu,” ungkapnya.

Diakuinya, awalnya para korban memang agak takut menyampaikan kepada publik, terkait dugaan pungli bantuan sosial itu. Alasannya bermacam-macam, ada yang sungkan hingga takut diintimidasi.

“Terutama, oleh oknum yang mengkoordinir dugaan pungli tersebut. Itu agar bisa direalisasikan dengan berdalih untuk biaya potongan administrasi. Juga untuk mendapatkan bantuan yang lebih besar lagi serta untuk membuka blokir rekening penerima di Bank nya,” tuturnya.

Baca juga :

Menurutnya, pelaku bermodus pada korban untuk memberikan uang senilai Rp 400 ribu, agar bantuan tersebut bisa cair. Namun, apabila para penerima manfaat itu tidak memberikan uang tersebut, maka bantuan tersebut tidak akan bisa cair. 

“Saya ke sini menjalankan suatu amanah. Apa yang disampaikan, saya sampaikan. Ini kalau gak ada yang buka suara, gak bisa,” jelasnya.

Salah satu korban yang lainnya menyampaikan, pihaknya membenarkan dan mengaku usai mencairkan bantuan tersebut dari Bank BRI, ada salah satu oknum meminta uang sebesar Rp 200 ribu. Entah itu untuk apa, dirinya kurang tahu.

Anehnya, selang berapa hari, datang lagi oknum itu bersama dengan orang lain ke rumahnya. Tujuannya, untuk meminta lagi uang Rp 400 ribu, dengan alasan membuka blokir rekening milik si penerima.

“Dia minta uang Rp 400 untuk membuka blokir di Bank BRI. Awalnya ibu RT minta Rp 200 ribu. Padahal, itu tidak ada pemblokiran dan itu langsung masuk ke rekening. Yang mendapatkan bantuan ini, mengurus sendiri dan ngambil sendiri ke Bank BRI,” jelas MH saat ditemui awak media di rumahnya, Sabtu (08/01/2022).

MH menuturkan, usai melakukan penarikan uang oleh oknum itu, korban mencoba untuk meminta uang yang telah dipotong oleh salah satu oknum tersebut. Akan tetapi, oknum itu beralibi uangnya sudah dikirim ke Surabaya.

“Kemarin sempat diminta kembali uangnya, tapi alasannya uangnya sudah dikirim ke Surabaya. Entah dikirim ke siapa di Surabaya, saya tidak tahu mas. Itu informasinya dari oknum yang berinisial YT. Kalau ibu RT nya, apa kata YT semua,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu anggota BPD Desa Talango, yang tidak mau disebut namanya. Dia membenarkan atas kejadian ini. Informasi yang didapat dari warga, dugaan pemotongan bantuan sosial itu dilakukan oleh oknum berinisial YT, MR dan ET.

“Informasi sementara yang kita dengar, memang ada. Tapi, belum ada yang berani melapor,” ujarnya. (dan/edo/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.