Pasuruan

Deretan Finalis Putri Indonesia Meriahkan Gebyar Batik Khas Daerah, Pj Bupati Pasuruan Beri Pesan Ini

Diterbitkan

-

MERIAH: Momen dalam pelaksanaan Gebyar Batik Khas Daerah Pasuruan. (pemkab for memontum)

Memontum Pasuruan – Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, membuka Gebyar Batik Khas Daerah, yang digelar Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Senin (03/02/2025) malam. Turut hadir dalam gebyar itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan, Raden Roro Dewi Maharani, Wakil Bupati Pasuruan terpilih, HM Shobih Asrori, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setya Wardhana, Sekda, Yudha Triwidya Sasongko dan tamu undangan.

Gelaran gebyar batik tersebut, menampilkan batik-batik terbaik di Kabupaten Pasuruan, yang dikumpulkan jadi satu dan diperagakan oleh sejumlah model. Bahkan, model-model yang memamerkan busana serba batik khas Kabupaten Pasuruan ini bukan sembarang model. Melainkan, para Finalis Puteri Indonesia Jawa Timur 2025. Termasuk, Puteri Indonesia Jawa Timur terpilih tahun 2025, yakni Firsta Yufi Amarta Putri serta Yasinta Aurellia, Puteri Indonesia Jawa Timur 2023, sekaligus Puteri Indonesia Lingkungan 2023 dan Top 24 Miss Supranational 2023.

Dalam momen itu, Firsta mengaku bangga bisa memakai busana batik karya pembatik Kabupaten Pasuruan, yang salah satunya adalah karya Wardah Assu’udiyah dari Bangil. Ada pula Faiza Bordir Bangil serta Nurita Batik Beji, yang menampilkan busana batik dengan corak dan karakter yang sama-sama kuat.

“Batik-batiknya keren semua. Karena batik ini bisa kekinian, dalam artian bisa dibuat untuk acara formal maupun non formal. Bisa resmi ataupun casual, dan pembatik Kabupaten Pasuruan layak setara dengan pembatik nasional,” kata Frista.

Advertisement

Dalam gebyar batik itu, tidak hanya mengkaryakan para pembatik Kabupaten Pasuruan, yang punya nama besar. Namun, juga para pemula yang berkompetisi dalam Lomba Cipta Desain Motif Batik khas Kabupaten Pasuruan.

Baca juga :

Dari 40 peserta, juri menyaringnya sampai 10 besar dan mereka semua diundang untuk bisa menerima hadiah sekaligus memperkenalkan batik rancangannya di hadapan para undangan.

Ketua Dekranasda Kabupaten Pasuruan sekaligus Ketua Dewan Juri Lomba Cipta Desain Motif Batik khas Kabupaten Pasuruan, Rr Dewi Maharani Nurkholis, mengapresiasi seluruh peserta yang menampilkan karya batiknya masing-masing. Dari semua peserta, Juri memutuskan ‘Batik Jejak Harmoni Pasuruan’ sebagai pemenang Lomba Cipta Desain Motif Batik khas Kabupaten Pasuruan. Batik tersebut, merupakan rancangan Alif Sukma Muclisin dari Gondanglegi, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.

“Batik karya Alif itu komplit. Semua potensi Kabupaten Pasuruan ditampilkan dalam satu lembar kain 2 meter. Mulai dari Gunung Bromo, Kapal Cheng Hoo, Candi Belahan, Candi Jawi sampai motif kehidupan lokal seperti ikan lempuk, mangga alpukat, durian, salak, biji kopi, maupun bunga krisan dan sedap malam. Ini benar-benar mahakarya yang luar biasa,” tegasnya.

Advertisement

Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, dalam kesempatan itu berpesan agar semakin banyak masyarakat yang melestarikan batik sebagai warisan masa depan. Terlebih, batik merupakan peninggalan dunia asli Indonesia yang telah diakui oleh Unesco sejak tahun 2009.

“Batik ini warisan dunia asal Indonesia, yang telah ditetapkan oleh Unesco. Jadi, sudah sepatutnya dan seharusnya batik tetap kita lestarikan sampai kapanpun. Kita kenalkan sampai generasi-generasi mendatang dan anak cucu kita,” kata Pj Bupati Pasuruan. (kom/pas/gie)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas