Kota Malang
Posyandu Lansia Belum Merata, Dinsos Jatim Dorong Komitmen Daerah

Memontum Kota Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memperluas layanan Posyandu Lansia, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia. Langkah tersebut dinilai penting, karena hingga saat ini keberadaan Posyandu Lansia di berbagai daerah masih belum merata.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi, mengatakan bahwa Posyandu Lansia memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar pemeriksaan kesehatan rutin. Layanan tersebut, mencakup pemantauan kondisi fisik, kesehatan mata, pendampingan psikologis, hingga terapi bagi lansia yang mengalami gangguan kesehatan tertentu.
“Posyandu itu pengobatan Lansia. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, tinggi badan, berat badan, pengecekan mata karena banyak yang terdeteksi katarak, hingga pendampingan psikis bagi Lansia yang mulai mengalami kepikunan,” ujar Restu, Selasa (02/06/2026) tadi.
Dikatakannya, Posyandu Lansia juga memberikan edukasi mengenai pola makan sehat yang sesuai dengan kebutuhan Lansia. Bahkan, di beberapa tempat tersedia layanan terapi untuk membantu Lansia yang mengalami keluhan fisik maupun pemulihan pascastroke.
“Karang Werda kita belum semua desa, kelurahan, maupun kabupaten dan kota memiliki. Makanya, kami ingin menggerakkan seluruh pemerintah daerah untuk mewujudkan itu,” katanya.
Baca juga :
Restu menilai, penguatan layanan bagi Lansia menjadi penting seiring meningkatnya angka harapan hidup di Jawa Timur. Saat ini angka harapan hidup masyarakat Jawa Timur mencapai 75,36 tahun atau meningkat sekitar satu poin dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Di sisi lain, jumlah Lansia di Jawa Timur kini mencapai sekitar 15,45 persen dari total penduduk. Kondisi tersebut, menuntut pemerintah untuk memperkuat perlindungan, jaminan sosial dan pemberdayaan bagi kelompok usia lanjut.
“Angka harapan hidup terus meningkat. Karena itu, kita harus memikirkan 15,45 persen Lansia di Jawa Timur yang harus kita berikan perlindungan, jaminan dan juga pemberdayaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Restu menyebut Kota Malang sebagai salah satu daerah yang dinilai cukup baik dalam memberikan perhatian terhadap pelayanan Lansia. Namun, dirinya menegaskan perluasan layanan Lansia tetap bergantung pada komitmen masing-masing pemerintah daerah.
“Saya rasa tinggal komitmen dari pemerintah kabupaten atau kota masing-masing. Mudah-mudahan dengan adanya Posyandu Lansia di Kota Malang ini menjadi pendorong semangat bagi daerah untuk mengalokasikan kegiatan dan sumber dana bagi lansia,” imbuhnya. (rsy/sit)














