Bondowoso
Dhafir, Pecinta Ulama yang Dicintai Rakyat

Kini, setelah Amin Said Husni purna sebagai Bupati Bondowoso, selama dua periode, mayoritas kyai yang ada di Bondowoso maupun kyai yang ada di tetangga Bondowoso semisal Situbondo, Jember dan Probolinggo menginginkan dirinya agar maju sebagai calon Bupati. Dorongan masyarakat juga semakin kuat agar ia maju. Maka dengan berbekal kepada keyakinan dan restu kyai itu, ia kemudian bersedia dan memasrahkan segala hasilnya pada yang kuasa. Ia sudah siap untuk maju dan mengabdi kepada masyarakat melalui jalur pemerintahan.
Pilkada yang menjadi salah satu instrumen untuk memimpin daerah ia jalani dengan penuh keyakinan dan pengabdian. Ia kemudian memulai membangun Bondowoso dari titik nol. Tak sedikit cibiran dan omongan negatif tentang dirinya. Banyak pula yang tidak suka, semua itu ia rasakan dan ia jadikan sebagai sebuah keniscayaan dan dorongan untuk menjadikan segala yang ia hadapi, manis dan pahitnya sebagai sebuah keteguhan untuk semakin menguatkan dirinya dalam kehidupan.
H. Achmad Dafir, S. Ap merupakan sosok yang pantas memimpin Bondowoso. Apalagi ia bergandengan dengan calon wakilnya, H. Hidayat yang tak lain adalah mantan Sekda Bondowoso, murid Amin Said Husni. Hidayat adalah sosok yang diyakini mampu menguasai pemerintahan. Perpaduan antara birokrat tulen dengan politisi ulung itu diyakini akan melahirkan sebuah kepemimpinan yang kuat dengan dukungan legislatif yang kini juga sedang dibangun menuju Bondowoso hebat dan bermartabat.
Jika hari ini, Rabu (27 Juni 2018) ia dipercaya sebagai Bupati dan wakil Bupati bersama Hidayat, maka ia akan akan tetap bersahaja, ia juga tetap akan membuka jalinan komunikasi sebagaimana yang selama ini ia lakukan. Tak ada jarak antara ia dan rakyatnya. Ia bisa ditemui kapan saja dan dimana saja.
















