Lumajang
Enam Orang dari Kementerian Pariwisata Terjebak bersama 172 Pendaki di Ranu Kumbolo

Memontum Lumajang – Sebanyak enam orang dari Kementerian Pariwisata dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, seiring terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Sejumlah rombongan tersebut, tidak sendiri namun bersama 172 orang lain, sehingga total ada sebanyak 178 orang.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Septi Eka Wardhani, memastikan bahwa semua pihak yang berada di Ranu Kumbolo, tetap dalam kondisi aman. “Jumlah orang yang berada di Ranu Kumbolo sebanyak 178 orang. Mereka terdiri dari 137 pendaki, 1 petugas, 2 saver, 7 PPGST, 15 porter dan 6 orang dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya, Rabu (19/11/2025) malam.
Untuk alasan keselamatan, tambahnya, evakuasi malam tidak direkomendasikan karena kondisi jalur yang gelap, licin dan rawan longsor. Tim TNBTS memastikan, seluruh pendaki tetap bertahan di Ranu Kumbolo sambil siap siaga jika situasi mengharuskan turun.
Baca juga :
Meski berada di area rawan, tim penyelamat dan petugas terlatih terus memantau kondisi secara real-time. Termasuk, memastikan setiap pendaki memperoleh arahan, pengawasan dan dukungan logistik yang memadai.
Pendaki juga dihimbau tetap tenang, mematuhi instruksi petugas dan menjaga jarak aman satu sama lain untuk mengurangi risiko. “Keputusan untuk tetap bertahan di Ranu Kumbolo adalah langkah paling aman saat ini. Kami prioritaskan keselamatan jiwa dan akan melakukan evakuasi segera ketika kondisi memungkinkan,” ujar Septi Eka Wardhani.
Koordinasi antara BB TNBTS, relawan, dan aparat terkait menjadi kunci dalam memastikan keselamatan pendaki. Langkah-langkah mitigasi bencana yang sistematis dan disiplin menunjukkan bahwa penanganan Semeru bukan hanya responsif, tetapi juga proaktif dan terencana, sehingga risiko dapat diminimalkan tanpa menimbulkan kepanikan.
Pendaki dan masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BB TNBTS dan pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan kabar yang belum diverifikasi. Kesadaran dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi bagian penting dari keselamatan bersama di tengah kondisi Gunung Semeru. (kom/adi/sit)
















