Kota Malang

Matangkan Integrasi Budaya dan Pariwisata, Pemkot Malang Usung Jargon Menolak Lupa

Diterbitkan

-

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mematangkan integrasi sektor kebudayaan dengan pariwisata sebagai upaya memperkuat identitas daerah. Meskipun, berbagai program pengembangan budaya, sesekali terkesan tumpang tindih.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa saat ini urusan kebudayaan di Kota Malang, masih bersinggungan dengan sektor pendidikan maupun pariwisata. Kondisi tersebut, membuat pengelolaan dan pengembangan kebudayaan belum dapat dilakukan secata optimal dan terintegrasi. Karena itu, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan guna mencari formulasi yang tepat dalam pengelolaan kebudayaan di daerah.

“Kami akan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan. Karena selama ini di Kota Malang tugas dan fungsi perangkat daerah mengenai kebudayaan berhimpitan, antara kebudayaan dengan pendidikan dan juga dengan pariwisata. Untuk menyatukan hal tersebut kami masih sedikit sulit,” ucap Wali Kota Wahyu, Sabtu (30/05/2026) tadi.

Meski begitu, Wali Kota Wahyu memastikan berbagai program dan kegiatan kebudayaan tetap berjalan. Bahkan menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap kebudayaan Kota Malang cukup besar, terutama terkait pelestarian cagar budaya.

Advertisement

Baca juga :

Pihaknya mencontohkan, belum lama ini Komisi X DPR RI kunjungan ke Kota Malang untuk membahas persoalan cagar budaya. Kunjungan tersebut dinilai menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian sejarah dan budaya di Kota Pendidikan tersebut.

“Dari Komisi X DPR RI juga datang dan kami membahas terkait cagar budaya. Itu merupakan perhatian dari pusat bahwa terkait cagar budaya di Kota Malang mendapatkan apresiasi,” katanya.

Tak hanya itu, Wali Kota Wahyu menyebut bila Menteri Kebudayaan juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan budaya di Kota Malang. Dirinya mengaku terus menggencarkan jargon ‘Menolak Lupa’ sebagai bagian dari upaya menjaga identitas sejarah dan budaya khas Kota Malang.

Advertisement

“Di situ kami selalu menunjukkan kebudayaan khas Kota Malang. Setiap ada acara di Dewan Kesenian Malang juga saya selalu hadir,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas