Kota Malang
Hadapi Kemarau, DLH Kota Malang Genjot Perempesan Pohon dan Penyiraman RTH

Memontum Kota Malang – Menghadapi musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memperkuat langkah antisipasi pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Salah satu upaya utama yang dilakukan tersebut, yakni mempercepat perempesan pohon serta meningkatkan perawatan tanaman di sejumlah titik kota.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan bahwa persiapan menghadapi kemarau sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya. Yakni melalui kegiatan penanaman pohon di berbagai lokasi milik pemerintah daerah.
“Sejak Oktober lalu kami rutin melakukan penanaman pohon, baik di tanah milik Pemkot, area makam, maupun kawasan Rusunawa Kuturan,” ujar Raymond, Senin (27/04/2026) tadi.
Memasuki masa peralihan menuju kemarau, menurutnya DLH memprioritaskan perempesan pohon guna mengantisipasi risiko pohon tumbang akibat angin kencang yang lazim terjadi saat musim kering. Menurutnya, kegiatan perempesan dilakukan hampir setiap hari, termasuk akhir pekan, karena tingginya antrean permintaan dari masyarakat maupun hasil pemantauan internal petugas.
Baca juga :
“Pada Agustus 2025 lalu, antrean perempesan tercatat mencapai sekitar 400 permohonan. Saat ini jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar 124 antrean. Sementara antrean penebangan pohon turun dari sekitar 150 permohonan menjadi sekitar 52 antrean,” tuturnya.
Raymond menjelaskan, banyaknya antrean tidak lepas dari jumlah pohon di Kota Malang yang mencapai sekitar 12.600 batang. Dengan tiga regu petugas, dalam sehari maksimal hanya tiga hingga empat pohon yang dapat ditangani, bahkan satu pohon tertentu bisa membutuhkan waktu pengerjaan hingga dua hari.
Selain perempesan, DLH juga mulai meningkatkan perawatan tanaman melalui penyiraman rutin. Langkah itu dilakukan karena selama musim hujan sebelumnya tanaman tidak memerlukan penyiraman tambahan.
“Kalau musim kemarau tentu intensitas penyiraman ditambah. Jadwalnya keliling karena tangki penyiraman kami masih terbatas,” ucapnya.
Saat ini DLH hanya memiliki tiga unit tangki penyiraman yang difokuskan pada tanaman hias di koridor jalan utama seperti Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Ijenbdan Jalan Veteran. Tanaman hias diprioritaskan karena membutuhkan suplai air lebih rutin dibanding pohon besar yang memiliki daya tahan lebih lama. (rsy/sit)












