Kota Malang

Harga Bahan Pokok Merangkak Naik, Diskopindag Kota Malang Siapkan Intervensi

Diterbitkan

-

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Sejumlah harga bahan pokok di Kota Malang mulai merangkak naik menjelang Ramadan. Diantaranya, cabai menembus hingga Rp 100 ribu perkilogram, disusul ayam Rp 40 ribu perkilogram dan telur mencapai Rp 29 ribu perkilogram.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa ketiga komoditas tersebut memang perlu diwaspadai. Namun, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil di pasar.

“Ketiganya perlu diwaspadai. Tetapi ini memang momen tahunan, biasanya menjelang Ramadan harga sembako pasti naik. Tapi kita akan cek lapangan dulu, mudah-mudahan kenaikannya tidak begitu signifikan, normal-normal saja,” ujar Eko, Kamis (12/02/2026) tadi.

Menurutnya, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa. Jika pasokan tidak seimbang dengan permintaan, harga akan terdorong naik.

Advertisement

“Permintaan semakin meningkat. Kalau keseimbangan suplai kurang, pasti harga naik. Nanti kita cek lapangan, lalu kita analisa langkah apa yang harus dilakukan. Apakah perlu pasar murah atau intervensi lain sebagai penyeimbang supaya harganya tidak naik terlalu signifikan,” jelasnya.

Baca juga :

Untuk menjaga ketersediaan pasokan, menurutnya akan dilakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Untuk cabai dan bawang merah, kerja sama telah terjalin dengan Kabupaten Probolinggo dan Lumajang. Sementara pasokan telur dikoordinasikan dengan Kabupaten Blitar.

“KAD sudah ada dengan Probolinggo dan Lumajang untuk cabai dan bawang merah. Untuk telur dengan Blitar. Nanti kita cek lagi perkembangannya, kalau memang ada kenaikan signifikan, akan kita intervensi,” tambahnya.

Terkait pengendalian inflasi, Eko menyebut kondisi inflasi Kota Malang masih dalam batas normal. Jika diperlukan, pihaknya akan menggelar pasar murah. “Inflasi kita masih standar, tidak ada kenaikan yang besar. Kalau perlu nanti kita gelar pasar murah. Kemungkinan pertengahan puasa, tapi bisa juga awal puasa,” ucapnya.

Advertisement

Selain itu, Diskopindag juga berkoordinasi dengan Satgas Pangan bersama Polresta Malang Kota untuk mengantisipasi potensi penimbunan bahan pokok. “Satgas Pangan akan terus keliling melakukan pengawasan dan operasi untuk mengantisipasi penimbunan,” imbuh Eko. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas