Pemerintahan
Hari Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon, Pemkot Probolinggo Sebar 100 Pohon di RTH Maramis-Kanigaran

Memontum Kota Probolinggo – Memperingati Hari Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar apel ‘Sahabat Pohon (Sehatkan Alam, Hijaukan Bumi Lewat Tanam Pohon)’ di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maramis-Kanigaran, Rabu (28/01/2026) tadi. Gelaran ini, diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo yang berkolaborasi dengan BAZNAS, dengan melakukan aksi nyata berupa penanaman 100 pohon di sepanjang lintasan jogging track jalan tembus Maramis – Gladak Serang.
Adapun jenis pohon yang ditanam, antara lain bungur dan tabebuya, yang dipilih karena memiliki akar tunggang yang dalam. Sehingga, tidak merusak paving, sekaligus berfungsi sebagai tanaman peneduh dan tutupan lahan. Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon jambu mente dan asem, sebagai upaya peremajaan pohon yang telah berusia tua.
Wali Kota Aminuddin yang bertindak sebagai pembina apel, menegaskan bahwa kebutuhan pohon di Kota Probolinggo masih jauh dari ideal. “Di Kota Probolinggo dibutuhkan sekitar 250 ribu pohon, karena secara ideal satu orang membutuhkan satu pohon. Saat ini, pohon yang tersedia baru sekitar 12.500,” kata Wali Kota Aminuddin.
Bahkan, menurut wali kota, tutupan pohon di Kota Probolinggo belum memenuhi standar ideal 30 persen ruang terbuka hijau. “Pohon adalah sumber kehidupan. Ia menjadi penghasil oksigen, tempat burung bersarang sekaligus indikator kualitas lingkungan,” ujarnya.
Dirinya juga menambahkan, keberadaan burung dapat menjadi penanda sederhana kondisi lingkungan. “Kalau di suatu wilayah tidak terdengar burung, itu tandanya pohonnya masih kurang. Semakin banyak pohon, semakin banyak burung dan itu menandakan lingkungan yang sehat,” jelasnya.
Baca juga :
Wali Kota Aminuddin juga mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat, dengan menggaungkan gerakan satu orang satu pohon, termasuk di sektor pendidikan. “Kami dorong satu murid satu pohon. Dengan begitu, akan ada tambahan ribuan pohon baru ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya memaparkan, berbagai manfaat pohon, mulai dari peningkatan oksigen, dukungan terhadap ekosistem hewan, hingga fungsi biopori alami yang mampu menyerap air hujan dan mengurangi risiko genangan maupun banjir. Terutama, di tengah cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan akibat pengaruh siklon.
“Kalau masih ada genangan air, itu tanda pohonnya masih kurang. Pohon adalah solusi alami bagi lingkungan dan cadangan air tanah,” pesannya.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan proses penanaman pohon bungur yang telah diberi penanda nama masing-masing pejabat. Mulai dari wali kota, Ketua TP PKK, anggota Forkopimda hingga pimpinan perusahaan.
Dalam momen itu, wali kota juga meninjau area persawahan di sepanjang jogging track sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer, yang terhubung hingga Gladak Serang. “Nanti akan kita jadikan juga di sini sebagai salah satu destinasi wisata air. Potensinya besar, termasuk pengembangan kuliner berbasis hasil tanaman masyarakat seperti jagung, pisang, singkong, dan sukun,” tambahnya. (kom/pro/sit)













