Kota Malang
Jembatan Muharto Barat Rawan, Pemkot Malang Usulkan ke Pusat untuk Pembangunan

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang mengusulkan sejumlah pembangunan jembatan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Salah satu perhatian utama, difokuskan pada kondisi Jembatan Muharto Barat, yang dinilai rentan secara konstruktif dan berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto, mengatakan bahwa kondisi konstruksi Jembatan Muharto Barat sudah sangat mendesak dan tidak lagi cukup jika hanya dilakukan perbaikan. Karena itu, Pemkot Malang mengusulkan pembangunan jembatan secara menyeluruh kepada pemerintah pusat.
“Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung kawasan logistik. Di bawah jembatan, kondisi konstruksinya sudah sangat mendesak untuk dilakukan penanganan. Jadi bukan perbaikan, tapi kami mengusulkan pembangunan,” ujar Dandung, Sabtu (20/12/2025) tadi.
Dijelaskan Dandung, pada 2019 lalu Pemkot Malang sempat melakukan penanganan sementara berupa penguatan konstruksi tanpa membongkar total jembatan. Dampaknya pada saat itu Jembatan Muharto Barat harus ditutup untuk kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Baca juga :
“Karena sifatnya sementara, pembangunan jembatan dinilai harus segera direalisasikan agar tidak menimbulkan risiko keselamatan. Apalagi, arus lalu lintas di kawasan tersebut terbilang padat setiap hari,” tambahnya.
Masih menurut Dadung, bahwa usia jembatan tersebut sudah lebih dari 30 tahun. Statusnya pun milik Pemkot Malang, namun diusulkan pembangunan sebagai upaya Pemkot di tengah situasi efisiensi anggaran.
Selain Jembatan Muharto Barat, Pemkot Malang juga mengusulkan pembangunan Jembatan Muharto Timur yang memiliki kondisi konstruksi hampir serupa karena dibangun pada periode yang sama. Satu jembatan lainnya yang turut diusulkan adalah Jembatan Glendang Pakem di Madyopuro, yang mengalami kerusakan akibat banjir besar tahun lalu.
“Kondisinya memang rusak karena terdampak banjir besar, jadi sekaligus kami usulkan ke pusat,” imbuh Dandung. (rsy/sit)











