Berita Nasional
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Blitar Terima Santunan dari Mensos Risma

Memontum Blitar – Lima keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan asal Kabupaten Blitar, mendapat santunan dari Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini. Penyerahan bantuan atau santunan tersebut, dilakukan di Kantor Kecamatan Garum, Sabtu (08/10/2022) tadi.
Selain lima keluarga korban meninggal dunia, santunan tersebut juga diberikan kepada beberapa korban yang mengalami luka-luka. Sebelum mengunjungi korban tragedi Kanjuruan di Blitar dan Tulungagung, Mensos Tri Rismaharini juga mengujungi korban yang ada di Malang. Dan setelah dari Blitar, Mensos Risma berencana akan mengunjungi korban yang ada di Pasuruan dan Probolinggo.
“Ini kita sisir. Kemarin kita ke Malang, terus hari ini ke Tulungagung dan Blitar. Insyaallah, nanti kita juga akan ke Pasuruan dan Probolinggo,” kata Tri Rismaharini.
Baca juga :
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
Mensos Risma dalam kesempatan tersebut juga mendapati seorang keluarga salah satu korban, yang ternyata meninggalkan seorang anak yang masih kecil. Risma berjanji kepada keluarga korban asal Desa Sidodadi Kecamatan Garum tersebut, bahwa Kemensos akan membantu memasukkan data, agar anak korban yang kini menjadi yatim itu, kedepannya setiap bulan mendapatkan bantuan sosial.
“Nanti kita akan bantu memasukkan data agar anak ini, agar kedepannya mendapatkan bantuan sosial setiap bulannya,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Blitar, Rini Syarifah, melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Izul Marom, yang mendampingi Mensos Tri Rismaharini, mengatakan selain lima orang korban meninggal dunia, saat ini juga masih ada warga Kabupaten Blitar, yang dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.
“Jumlah warga Kabupaten Blitar yang meninggal 5 orang. Sedangkan yang saat ini masih dirawat di RSSA 2 orang. Awalnya, kondisinya kritis, namun kini sudah ada perkembangan. Kemudian yang luka ringan ada 11 orang,” terang Izul Marom.
Izul menambahkan, untuk biaya perawatan korban luka ringan, semua ditanggung Pemkab Blitar. “Kalau ada perawatan lanjutan, semua ditanggung Pemkab,” imbuhnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar menambahkan, usai kejadian di Stadion Kanjuruhan, Pemkab Blitar bergerak cepat dengan menjemput warganya yang meninggal dan luka-luka. “Pemkab Blitar mengirim ambulance dan tenaga kesehatan dengan dibantu Tagana,” paparnya. (jar/sit)
















