Berita Nasional
Cak Imin Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan, Berharap Ada Revolusi Manajemen Stadion dan Suporter

Memontum Kota Malang – Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, menjenguk para korban tragedi Kanjuruhan yang berada di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang, Sabtu (08/10/2022) tadi. Pria yang akrab dipanggil Cak Imin, ini menyampaikan doa, semangat dan santunan bagi para korban agar segera pulih kembali.
“Korban harus dibantu total. Baik yang spontan dari masyarakat, pemerintah maupun berbagai lembaga-lembaga kesehatan, asuransi harus membantu total,” terang Cak Imin, saat di RSSA Malang.
Menurutnya, manajemen olah raga juga harus segera melakukan evaluasi. Di mana, hasil dari tim investigasi independen ditunggu oleh banyak pihak, karena tragedi kemanusiaan ini tidak boleh terulang kembali.
“Berolahraga, menikmati olahraga adalah butuh kebahagiaan dan kesehatan, bukan untuk bencana dan kesedihan. Oleh karena itu, saya mengusulkan revolusi manajemen total pengelolaan stadion dan pengelolaan manajemen suporter,” katanya.
Baca juga :
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
- Disdikbud Kota Malang Tegaskan Bus Sekolah Tetap Beroperasi Meski Ada Angkot Gratis Pelajar
Lebih lanjut disampaikan, bahwa undang-undang olah raga yang akan direvisi, harusnya dimasukkan dalam satu sistem pengelolaan yang lebih akuntabel dan terbuka. Termasuk juga untuk sistem pengamanannya. “Jadi sekali lagi, manajemen dari hilir ke hulu harus manajemen pengelolaan kesenangan bukan pengelolaan yang membahayakan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya mendukung langkah tegas dari Kapolri, dalam penanganan masalah tersebut. Dirinya mengapresiasi atas penyidikan kasus tersebut yang terus berjalan hingga ditetapkan ada beberapa tersangka.
“Saya kira tekad dan itikad baik Kapolri harus kita hormati. Beliau ingin menunjukkan bahwa akan mengambil langkah seobjektif mungkin. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Itu yang kita hormati,” lanjutnya.
Terakhir, pihaknya siap untuk membantu para korban tragedi Kanjuruhan yang membutuhkan bantuan. Karena, pihaknya tidak ingin ada korban bullying atas permasalahan biaya. “Untuk korban kalau ada yang membutuhkan bantuan mendadak kita siap. Jangan sampai sekarang ada yang dibully habis-habisan gara-gara menarik biaya ambulans di Jember. Kalau yang nggak mampu membayar serahkan ke kami, kami siap,” imbuh Cak Imin. (rsy/gie)
















