Kota Malang
Melalui DM UB, Memanen Mata Air Kampung Konservasi

Model ini telah dilakukan di wilayah Purwantoro, Blimbing, Kota Malang. Beberapa tahun terakhir ini, muncul beberapa titik mata air (spring) yang diduga sebagai dampak positif kegiatan kampung konservasi di RW 23 Kelurahan Purwantoro, atau yang lebih dikenal sebagai Kampung 3G (Glintung Go Green) yang secara morfologi lebih tinggi dari RW 5, atau kampung sebelah. Munculnya mata air ini sayangnya masih belum dimanfaatkan oleh warga. “Warga kami khawatir jika musim penghujan datang, kondisi saluran air yang ada tidak mampu menampung air hujan, kalau salurannya terlanjur terisi air dari mata air. Kami takut banjir,” jelas Ageng, Ketua RW 5 Purwantoro.
Genangan banjir yang dikhawatirkan warga memang beralasan, karena kondisi sungai yang melintasi RW 5 sudah penuh dengan sedimen/waled dan elevasi dasar sungai lebih tinggi dari saluran drainase, sehingga perlu di keruk. Menimbang hal tersebut, Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya melalui kegiatan Doktor Mengabdi menawarkan solusi penanganan.
Meski kegiatan Doktor Mengabdi ini merupakan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh LPPM yang didanai oleh PNBP Universitas Brawijaya, keterlibatan masyarakat mengambil peran yang sangat besar. “Hampir seluruh pengerjaan proyek ini dilakukan dengan kerjabakti. Masyarakat turut membantu langsir material, penggalian tanah, dan pembongkaran saluran eksisting,” papar Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik UB, Dr. Runi Asmaranto, ST., MT. (rhd/yan)
















