Kota Malang

Mengabdi Untuk Bantu Kesehatan Masyarakat

Diterbitkan

-

dr Canggih

*Kiprah dr Canggih Bidang Sosial Kemasyarakatan

 

Kota Malang, Memo X– Penampilannya kalem dan sederhana. Tutur katanya halus dan sopan. Usianya tergolong belia. Tapi kiprahnya di dunia sosial tidak perlu diragukan lagi. Pria yang akrab dipanggil dr Canggih ini dikenal sebagai pencetus gerakan “Malang Care”.

 

Advertisement

         Dimulai tahun 2015 silam. Pria bernama lengkap dr Canggih Sakina Hans, SH, MBA memulai gerakan sosial bersama dua orang temannya yang berprofesi sebagai dokter juga. Mereka melakukan praktik pengobatan gratis untuk tetangga sekitar rumahnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. Seiring berjalannya waktu gerakan sosial yang dilakukan dr Canggih menyebar ke penjuru Malang Raya, bahkan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

 

Berikutnya, aksi pengobatan gratis meluas hingga Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Lumajang, Probolinggo sampai Kota Magelang-Jateng. “Ada panggilan jiwa yang mengharuskan diri saya untuk melayani saudara kita yang membutuhkan pengobatan,” sebut dr Canggih.

 

Advertisement

Mengawali cerita dari sosok dr Canggih. Tahun 2004 dia kuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang lulus tahun 2010. Sebelum tamat dari bangku kuliah, dia mencoba belajar bekerja di perusahaan keluarganya di bidang pertambangan. Bahkan dia sempat menjamah usaha jasa kontruksi. Kota Malang, Jakarta dan Kalimantan merupakan rumah singgahnya selama menekuni usaha jasa kontruksi dan pertambangan.

 

Hampir lima tahun menggeluti profesi yang “melenceng” dari disiplin ilmunya, hati dr Canggih mulai tergugah. Dia merasakan dalam dirinya ada sesuatu hal yang belum dilaksanakan setelah tamat dari bangku kuliah.

 

Advertisement

“Dulu setelah dinyatakan lulus dari Fakultas Kedokteran, saya kan mengucap janji dan sumpah dokter. Setelah melewati renungan yang panjang akhirnya saya kembali ke profesi saya untuk membuka praktik pengobatan di rumah kakek saya di Jalan Surabaya, Kota Malang,” ucap dia.

 

Menurut dia, saat kuliah di Fakultas Kedokteran, dirinya sempat praktik di Puskemas di Malang Raya. Selama praktik di Puskemas, dr Canggih sangat merasakan jeritan hati rakyat kecil. Dulu sebelum ada pelayanan BPJS, kata dr Canggih rakyat kecil kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

 

Advertisement

Karena tahu ada yang kurang tersebut, ia pun tergugah untuk bisa memberikan apa yang dia miliki. Sebagai seorang dokter, tidak sulit baginya untuk membantu masyarakat sekitar. Caranya dengan membuka praktek dokter namun ia tidak mau menerima upah. Bahkan untuk ketersediaan obat-obatan, dia dan teman-teman sepakat untuk patungan, sehingga saat diminta untuk membantu pengobatan di daerah-daerah pinggiran, seluruhnya gratis.

 

“Hingga saat ini kata teman saya yang merekap daftar pasien yang mengikuti pengobatan gratis mencapai 18.000 orang. Jujur saja saya tidak menyangka hal itu. Karena semua yang saya lakukan bersama teman teman gratis,” sebut dia.

 

Advertisement

Untuk membeli obat obatan dr Canggih harus iuran dengan teman-temannya. “Saat ini yang mengikuti pengobatan gratis kebanyakan dari mereka yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS,” tambahnya sambil tersenyum.

 

Ditemui koran Memo X disebuah cafe di Jalan Borobudur, Kota Malang. dr Canggih melanjutkan ceritanya. Untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja diluar profesi dokter. Bahkan setiap akhir pekan seluruh perhatian dicurahkan untuk kepentingan sosial. Seluruh hidupnya dedikasikan untuk kepentingan masyarakat yang kurang mampu.

 

Advertisement

Menurut dia ada sebuah kebahagian di hatinya ketika bisa membantu sesama manusia yang membutuhkan pertolongan. Kata dr Canggih setiap orang membutuhkan pertolongan orang lain agar bisa bertahan hidup. “Jadi lima hari saya buat bekerja diluar. Akhir pekan Sabtu dan Minggu saya pergunakan untuk membantu saudara kita yang membutuhkan pengobatan. Saya yakin Allah SWT pasti memberikan jalan keluar dan pertolongan serta lindungan untuk saya dan keluarga saya serta teman teman saya yang tergabung diMalang Care,” ucapnya polos.

 

Selama melayani masyarakat yang membutuhkan pengobatan gratis. Paling banyak menderita penyakit darah tinggi dan stroke. Termasuk penyakit bawaan lain diusia tua. “Kita juga sering diundang pengasuh pondok pesantren di Malang Raya untuk menggelar pengobatan gratis ditempatnya,” sebut dr Canggih.

 

Advertisement

Lantas mengapa memilih kuliah di Fakultas Kedokteran. Sementara bisnis keluarga dibidang pertambangan. Kata dr Canggih setelah tamat SMAN 8 Jakarta. Sebenarnya dia ingin masuk Taruna AKBRI. Namun tidak diterima.

 

Akhirnya dia memilih pulang kampung ke Kota Malang untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran UB. “Sambil kuliah di Fakultas Kedokteran. Saya kuliah di Fakultas Hukum di salah satu PTS di Kota Malang. Kemudian melanjutkan S2 jurusan manajemen di UGM. Dua bidang ilmu itu saya tekuni untuk bekal melanjutkan bisnis keluarga,” tambahnya.

 

Advertisement

Kini selain memberikan pelayanan pengobatan gratis. dr Canggih bersama teman temannya yang tergabung komunitas Malang Care mengembangkan kegiatan sosialnya.

 

Ia bersyukur ide untuk peduli sesama mendapat sambutan luar biasa dari teman-temannya.  Mereka tidak hanya dari kalangan dokter dan tenaga medis, namun dari banyak lapisan masyarakat dan latar belakang ilmu. Ada yang dari ekonomi, teknokrat. Ada yang dari pengusaha, TNI/Polri maupun konsultan.

 

Advertisement

Kalau awalnya Malang Care lebih banyak bergerak di bidang kesehatan, kini telah melebar ke bidang pengembangan kewirausahaan. Juga di bidang penyuluhan “Malang Clean Day dan Indonesia Hijau. Bentuk kegiatannya menanam pohon di Danau Ranu Pane tahun 2016. Tahun ini akan menggelar gerakan tanam pohon di Pan

tai Ngudel, Malang Selatan. Termasuk menggelar acara memunggut sampah demi kebersihan dan keindahan Kota Malang.

“Alhamdulillah kini anggota Malang Care tidak sebatas berprofesi dokter saja. Anggota TNI, Polisi, dosen, guru, wirusaha, petani, tukang bangunan dan masih banyak profesi lain tergabung dalam kegiatan sosial ini,” imbuhnya.

 

Advertisement

Dijelaskan gerakan Malang Care, tidak bertujuan untuk mengambil keuntungan. Bahkan tidak ada kaitannya dengan kegiatan politik. Gerakan sosial dari dr Canggih bersama teman temannya murni untuk membantu meringankan beban hidup dari warga Kota Malang yang hidup dibawah garis kemiskinan.

 

“Kita merasa terpanggil untuk ikut membantu saudara kita yang kekurangan. Ada sebuah kebahagian dihati saya. Setelah membantu saudara kita. Di Malang Care itulah wadah saya dan teman teman untuk membantu orang lain,” cetus dr Canggih.

 

Advertisement

Seiring dengan perkembangan waktu. Anggota komunitas Malang Care merangkul mahasiswa, pelaku usaha kecil dan para pengusaha membuat diskusi disebuah garasi rumah. “Kita memiliki agenda diskusi setiap Kamis setiap bulannya. Karena tempat berkumpulnya di garasi. Akhirnya kita sebut Garasi Inspirasi (Garis),” tandas dia.

 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pernah diundang sebagai motivator pada acara diskusi di Garasi Inspirasi. “Intinya kami ingin menyerap ilmu dari tokoh tokoh nasional yang sukses di bidangnya masing masing,” tambahnya.

 

Advertisement

dr Canggih melihat perkembangan Kota Malang sangat pesat. Semua sektor usaha berjalan dengan baik. Penduduknya hidup rukun dan tentram. Memang ada beberapa kelompok masyarakat masih hidup dibawah garis kemiskinan.

 

Untuk mengentaskan kemiskinan tidak bisa diatasi oleh seorang saja. Bahkan oleh seorang kepala daerah atau kepala dinas. Butuh kerja sama semua pihak. Semua elemen masyarakat, termasuk pejabat pemerintahan harus bahu membahu membantu masyarakat yang kurang mampu.

 

Advertisement

“Kami yakin ketika kepala daerah sering turun kemasyarakat. Akan mengerti sosial masyarakatnya. Kemudian bisa mengambil keputusan dan menyusun program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (Cw4/ono)

 

—– Biodata dr Canggih—-

Tempat Tanggal Lahir           Lexington, Kentucky AS 8 Februari 1986

Advertisement

Agama                                     Islam

Pendidikan

dr         Dokter. Universitas Brawijaya Malang (2003-2010) – IPK: 3.40

Professional Exchange Programe St. George’s University London United Kingdom (2008-2009)

SH       Sarjana Hukum. STIH Sunan Giri Malang (2005-2009) – IPK: 3.42

Advertisement

MBA   Master of Business Administration. Universitas Gadjah Mada (2012-2014) – IPK: 3.22

Riwayat Pekerjaan

•    Asisten Legal PT. Nusantara Termal Coal

PT. Nusantara Termal Coal adalah perusahaan tambang batubara yang berada di Jambi

Juli 2009 – Februari 2010
•    Direktur Utama PT. Global Multi Energi

PT. Global Multi Energi adalah perusahaan tambang batubara yang berada di Kalimantan Selatan

Maret 2010 – 2016
•    Komisaris Tabloid Media Ummat
Advertisement

Media Ummat adalah tabloid dwi mingguan yang di produksi di kota Malang dan di distribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Fokus jaringan distribusi utama di Pulau Jawa dan Kalimantan

Juni 2011 – sekarang
•    Direktur PT. Asclar Indonesia

PT AI merupakan perusahaan yang bergerak dibidang IT

Juni 2014 – sekarang
•    CEO &  Co-Founder malangcard.com

Malang Card bergerak dibidang kewirausahaan, pariwisata dan event

•    Direktur Independen  PT. Perdana Karya Tbk

Advertisement

Perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan batubara, jasa konstruksi pertambangan migas dan penyewaan alat berat.

•    Direktur Anugerah Jaya Makmur

Perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor umum dan pengadaan. Spesialisasi dalam furniture, produk kayu dan konstruksi. Menjadi mitra dalam berbagai lembaga dan instansi.

 

Advertisement

 

Januari 2016

 

Desember 2015 – Juni 2016

 

Advertisement

 

 

Agustus 2016 – sekarang

 

Anggota Pertukaran Mahasiswa di Inggris

Advertisement

 

Ada pencapaian yang membanggakan saat Canggih muda. Setelah lulus dokter muda pada 2009, ia bersama dua teman dokter lainnya terpilih dalam program pertukaran mahasiswa kedokteran antara Universitas Brawijaya (UB) dengan universitas di London Inggris. Tentu melewati serangkaian tes, selain bidang akademis, juga  kemampuan Bahasa Inggrisnya.

 

]           Selama setahun ia praktek di rumah sakit di negeri yang pemerintahannya dipimpin seorang perdana menteri itu. Meski awalnya diliputi sedikit khawatir bidang akademisnya tertinggal dibanding Inggris, namun dalam perjalanannya justru terbalik. Profesor di universitas di Inggris malah kagum dengan kemampuan dokter-dokter muda dari UB. Bidang-bidang tertentu dinilai profesor justru lebih dulu diajarkan di Indonesia. “Saat Profesor menanyakan ini itu kami bisa menjawab, mereka heran,” ujarnya Canggih.

Advertisement

 

Yang terasa lebih maju hanya peralatan yang ada di rumah sakit di salah satu negeri di Eropa itu. Seperti untuk rontgen misalnya, pada 2009, dalam waktu hampir bersamaan di ruang berbeda sudah bisa melihat hasilnya. Kini peralatan tersebut sudah masuk Indonesia.

 

Sepenggal pengalaman itulah yang kian membuat Canggih muda makin percaya diri, bahwa kemampuan orang Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Kita tidak perlu minder, sekalipun dengan bangsa-bangsa Eropa. Sumber daya manusia (SDM) Indonesia pun bisa maju seperti bangsa-bangsa lain. Itu terbukti sejumlah pelajar Indonesia pun bisa mengukir prestasi tingkat internasional di sejumlah bidang akademis.

Advertisement

 

Dari pengalaman itu pula dr Canggih akan bergerak bersama teman-teman seperjuangan maupun warga Malang untuk menggapai kondisi lebih maju di sejumlah bidang. (ono/cw-4)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas