Kota Malang
Perbaruan MoU Rampung, Wali Kota Wahyu Pastikan Revitalisasi Alun Alun Merdeka Kota Malang Dimulai

Memontum Kota Malang – Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang, dipastikan akan segera dimulai dalam waktu dekat ini. Proyek yang telah dirancang sejak tahun 2023, itu akan didanai melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim dan kini telah memasuki tahap pembaruan kesepakatan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa proses pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank Jatim menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan kontruksi dilakukan. “Prosesnya memang dimulai dari MoU di masa kepemimpinannya Pak Sutiaji. Nah, MoU itu akan berakhir di tahun ini. Sekarang, MoU itu diperbarui. Insyaallah, Senin (21/07/2025) besok, kami tandatangani MoU sekaligus Surat Perintah Kerja (SPK). Besoknya, sudah bisa langsung action,” kata Wali Kota Wahyu, Jumat (18/07/2025) tadi.
Dalam pelaksanaannya, tambah Wali Kota Wahyu, proyek tersebut akan digarap selama 105 hari kerja, dengan total anggaran sebesar Rp 5,2 miliar. Dalam konsep revitalisasi itu, tidak ada perubahan yang signifikan. Hanya terdapat penyesuaian pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai kondisi harga terkini.
“Tidak ada perubahan, hanya penyesuaian RAB. Karena tentu, harga tahun lalu dan sekarang berbeda,” tambahnya.
Baca juga :
Wali Kota Wahyu juga menyebut, bahwa pengelolaan teknis pelaksanaan proyek akan sepenuhnya berada di tangan Bank Jatim, setelah penandatanganan SPK. Diperkirakan, Alun-Alun Merdeka akan ditutup untuk sementara demi kelancaran proses pembangunan.
“Kami serahkan pola pelaksanaannya ke Bank Jatim. Tapi kemungkinan besar, ditutup supaya pelaksanaan bisa komprehensif dan tidak menimbulkan gangguan,” terangnya.
Dalam revitalisasi tersebut, ujarnya, juga akan mencakup rencana penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar area alun-alun. Namun, untuk lokasi alternatif penampungan para PKL tersebut masih dikaji lebih lanjut.
“Kami sedang mengatur bagaimana PKL tetap bisa berkontribusi. Akan ada lokalisasi dan tempatnya masih kami kaji, tapi tetap dalam radius yang tidak terlalu jauh dari alun-alun,” imbuh Wali Kota Wahyu. (pro/rsy/sit)











