Kota Malang

PPK Klojen Gelar Simulasi Pencoblosan, Latih PPS Sebelum Bentuk KPPS

Diterbitkan

-

coblos: salah satu peserta memasukan kertas dalam kotak..(gie)

Memontum Kota Malang—-PPK ( Panitia Pemilihan Kecamatan ) Klojen, Jumat (11/1/2019) pukul 19.30, adakan simulasi proses pencoblosan untuk Pemilu Ramah 2019. Simulasi ini diikuti oleh seluruh PPS (Panitia Pemungutan Suara) Klojen. Simulasi ini dilakukan di aula Kantor Kecamatan Klojen.
Ashari Husen S Sos MSi, Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas KPU Kota Malang, yang datang dalam acara ini, mengatakan bahwa simulasi ini menghadirkan seluruh PPS Klojen.

“Dalam rangka mempersiapkan PPS melakukan bimtek kepada calon KPPS. Pada 27 Februari 2019, dilakukan rekrutmen KPPS. Simulasi ini bertujuan mencari titik-titik kelemahan apa saja dalam prosea Pemilu 2019, yang kemungkinan bisa terjadi. Sehingga nantinya dalam proses, PPS bisa paham dalam bimtek sebelum rekrutmen KPPS,” ujar Ashari.

Menurutnya yang dilakukan sosialisasi ini cukup normatif. “Pemilih datang, daftar, duduk, ambil surat suara, mencoblos, memasukan kertas di kotak suara kemudian mencelupkan jari ke tinta. Nantinya KPU sendiri akan melakukan simulasi dari seluruh segmen pemilih dan untuk menghitung durasi waktu,” ujar Ashari.

Tantang banyaknya saksi dalam setiap TPS, KPU berharap TPS harus besar. “Paling pertama ruang TPS harus besar karena jumlah saksi sebanyak 36 orang. Perinciannya saksi untuk pemilihan presiden sebanyak 2 orang, DPD sebanyak 28 saksi dan saksi dari Parpol 16 orang. Jadi ada 36 tempat duduk untuk saksi. Proses peneranfanny harus siap dalam dimpenghitungN suara karena.akan dilajukan hingg malam. Selain.itu harus.diutamakan calon KPPS yang usianya mampu.mengawal hingga malam hari,” ujar Ashari.

Advertisement

Ketua PPK Klojen Muharriyadi Dicky mengatakan bahwa simulasi ini supaya nantinya tidak ada kesalahan. “Supaya tidak terjadi kesalahan. Sehingga harus dikuatkan untuk mencari prinsip penyelenggaraan. Prinsip masalahnya akan kita inventaslisir ya ini adalah simulasi agar tidak terjadi kesalahan. Ini diikuti hanya PPK dan PPS supaya tahu sistemnya,” ujar Dicky. (gie/yan)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas