Kota Malang
Program 3 Juta Rumah di Kota Malang Butuh Kolaborasi Lintas Daerah Malang Raya

Memontum Kota Malang – Dukungan terhadap program 3 juta rumah di Kota Malang, butuh kolaborasi lintas daerah Malang Raya. Hal itu dikatakan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap program perumahan.
Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa keberhasilan program 3 juta rumah tidak bisa lepas dari sinergi tiga daerah di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. Target program tersebut, tidak hanya dibebankan pada Kota Malang, melainkan mencakup seluruh wilayah Malang Raya.
“Yang penting kondusivitas program ini tidak lepas dari keharmonisan tiga daerah. Targetnya bukan hanya Kota Malang, tetapi Malang Raya,” kata Wali Kota Wahyu, Senin (29/12/2025) tadi.
Dikatakannya, bahwa kolaborasi lintas daerah telah dibangun sejak adanya kunjungan Menteri Perumahan ke Malang, dengan melibatkan seluruh kepala daerah di Malang Raya. Dalam skema tersebut, banyak masyarakat yang memilih tinggal di Kabupaten Malang, namun bekerja dan beraktivitas di Kota Malang.
Baca juga :
“Rata-rata mereka mencari penghasilan di Kota Malang, fasilitas pendukung hidupnya juga ada di Kota Malang. Rumahnya silakan di kabupaten, tapi aktivitasnya berkembang di Kota Malang,” ucapnya.
Apalagi, menurutnya harga tanah di Kota Malang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Kabupaten Malang. Sehingga, hal tersebut berpengaruh pada target Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan yang tidak bisa disamakan dengan wilayah Kabupaten Malang.
“Kota Malang ini harga tanahnya memang berbeda dengan di kabupaten. Ada standarisasi tipe rumah dan harga jual yang tidak boleh melewati ketentuan dari Kementerian Perumahan,” ujarnya.
Terkait target pembangunan rumah di Malang Raya, Wahyu mengaku masih perlu koordinasi lanjutan. Meski begitu, dia memastikan capaian sementara berada dalam kondisi aman.
“Targetnya masih dievaluasi bersama. Insyaallah kondisinya aman, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, berada di tengah-tengah,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)













