Kota Malang
Program MBG di SDN Lowokwaru 03 Kota Malang Turunkan Pendapatan Kantin hingga 35 Persen

Memontum Kota Malang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dilaksanakan di SDN Lowokwaru 03 Kota Malang, berdampak terhadap pendapatan kantin di sekolah itu. Bahkan, disebutkan jika pendapatan kantin turun sekitar 30 hingga 35 persen. Hal itu, sebagaimana dialami oleh salah satu pedagang, Sri Ngafi.
“Menurunnya mungkin sekitar 30 hingga 35 persen. Karena kalau sekarang ini, itu ramainya hanya di jam istirahat pertama. Sementara kalau jam istirahat kedua, anak-anak (pelajar, red) hanya jajan dan itupun hanya sebagian saja atau tidak seramai sebelum adanya program MBG dilaksanakan,” ujar Sri, saat ditemui pada Senin (13/01/2025) tadi.
Dirinya menambahkan, bahwa dampak tersebut telah dirasakan mulai saat pelaksanaan uji coba MBG di bulan Agustus hingga Desember 2024 lalu. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak, karena MBG merupakan salah satu program pemerintah yang juga harus didukung.
“Kita tetap mendukung dengan adanya program MBG ini. Walaupun, ada penurunan pendapatan,” katanya.
Baca juga :
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa program MBG tidak terlalu memengaruhi pendapatan pedagang kantin. Sebab, program tersebut difokuskan pada saat jam makan siang (jam istirahat dua, red).
“Program ini difokuskan untuk makan siang setelah waktu Salat Dhuhur. Anak-anak tetap bisa membeli makanan di kantin pada istirahat pertama atau sebelum duhur. Jadi, saya kira tidak akan berdampak signifikan,” ucap Suwarjana.
Meski demikian, Suwarjana mengakui pentingnya memantau dampak program MBG terhadap pelaku usaha kecil di lingkungan sekolah. Dirinya berharap, sinergi antara program MBG dan aktivitas kantin dapat berjalan beriringan tanpa merugikan pihak manapun.
“Program MBG di Kota Malang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa tetapi juga menciptakan keseimbangan dengan aktivitas ekonomi di sekolah, termasuk kantin sebagai bagian dari ekosistem pendidikan,” imbuh Suwarjana. (rsy/sit)










