Kota Malang

Sambut Imlek, Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Gelar Tradisi Pencucian Patung Dewa

Diterbitkan

-

IMLEK: Persiapan yang dilakukan di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2576, Klenteng Eng An Kiong menggelar tradisi pencucian patung dewa yang menjadi bagian dari ritual Sembayang Song Sen. Pelaksanaan itu digelar, selama tiga hari, yaitu mulai Kamis (23/01/2025) hingga Sabtu (25/01/2025) mendatang.

Pembantu muda-mudi Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa Sembayang Song Sen memiliki filosofi mendalam sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diterima selama setahun terakhir. Sekaligus, juga mengantarkan roh para dewa ke langit.

“Inikan momen imlek, jadi kami melakukan Sembayang Song Sen. Diharapkan tahun depan mendapatkan hal-hal yang lebih baik,” ucap David.

Di Klenteng Eng An Kiong sendiri, saat ini memiliki 25 patung dewa, termasuk Dewa Po Te Koh, dewa bumi yang menjadi tuan rumah utama klenteng. Patung tersebut berusia lebih dari 200 tahun dan lebih tua dari usia klenteng yang kini genap 200 tahun. Patung-patung lainnya termasuk Dewa Chaw Kun Kong, dewa dapur, serta beberapa patung tambahan yang usianya lebih muda.

Advertisement

Baca juga :

“Patung-patung ini diturunkan dari altar, dibuka pakaiannya, lalu dibersihkan menggunakan air bunga. Pembersihan dilakukan oleh pengurus dan umat secara sukarela.Tradisi ini dilakukan karena roh suci para dewa dianggap sedang naik ke langit, sehingga patung-patung dapat dibersihkan,” ujarnya.

Selain Sembayang Song Sen, juga diadakan berbagai kegiatan lain, termasuk ritual kias untuk menetralisir keberuntungan bagi shio yang diprediksi kurang baik tahun ini, seperti ular, harimau, dan babi. “Kias ini seperti ruwatan dalam budaya Jawa, dilakukan di awal tahun untuk memastikan keberuntungan berjalan mulus,” tambahnya.

Rangkaian perayaan Imlek nantinya akan dimeriahkan oleh atraksi barongsai dan pertunjukan wayang potehi, serta diakhiri dengan Cap Go Meh. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati tradisi meramal nasib menggunakan bambu dan mencicipi kue keranjang yang melambangkan harapan akan hal-hal manis di tahun mendatang.

“Kami berharap imlek di tahun ini dan yang akan datang semakin baik, khususnya untuk warga Malang. Semoga warga Malang mendapatkan banyak berkah, Indonesia lebih maju dan semakin makmur,” imbuh David. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas