Surabaya
Sambut Milad ke-106 Muhammadiyah, Gelar Pawai Ta’aruf di Sidoarjo

Amien Rais Tuding Jokowi Bawa Penjajahan Ekonomi
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengkritik kebijakan pemerintah mengenai penanaman modal asing 100 % untuk 54 bidang Klasifikasi Kegiatan Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI).
“Jadi menurut saya, Maaf Pak Jokowi membawa bangsa ini kepada penjajahan ekonomi,” kata Amien Rais setelah menghadiri Milad ke 106 Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11).
Pengamat ekonomi Drajat Wibowo langsung menimpali pernyataan Amien Rais mengenai penjajahan ekonomi dari kebijakan pemerintah berupa pembukaan kran bagi asing untuk mempunyai nilai investasi 100% di negara ini melalui 54 bidang usaha, dinilai sangat merugikan usaha ekonomi rakyat.
“Itu sangat merugikan usaha ekonomi rakyat, karena ada usaha-usaha kecil yang nanti akan diadu bersaing dengan asing”, kata Drajat Wibowo.
Masih menurut Drajat Wibowo, persaingan usaha ekonomi rakyat bakal bersaing dengan pemilik modal asing, dan tentunya sektor UMKM bakal sulit bersaing dengan mereka sehingga akhirnya mematikan pengusaha lokal.
“Contohnya kalau di Jawa Timur industri rokok itu dibuka. Itu kan di Malang banyak industri rumah tangga rokok, itu pasti akan jadi korban, kemudian ada warnet juga, kemudian ada pengupasan umbi-umbian. Artinya kalau anda engupas kentang jadi kripik kentang itu asing bisa masuk 100%”, tambah Drajat Wibowo.
Meski isu pemerintah telah merivisi kebijakannya mengenai 54 sektor usaha yang dimiliki asing 100% yang kini menjadi 28 sektor usaha, namun dirinya masih tak mempercayai hal itu tidak dilakukan pemerintahan kabinet Jokowi.
“Katanya sudah dikoreksi menjadi 28, saya belum tahu rinciannya yang dikoreksi itu, jadi ya itu dibatalkan. Cuma sekarang masalahnya siapa yang bisa percaya bahwa ini gak dilakukan lagi. ini sudah diumumkan loh dan waktu itu yang mengumumkan menteri perekonomian disampingnya ada menteri perindustrian yang ketua umum Golkar. Artinya bagaimana rakyat bisa percaya bahwa ini gak dilakukan lagi”, pungkas Drajat Wibowo. (est/ano/yan)
















