Kota Malang
Ubah Stigma, Terminal Arjosari Bakal Miliki Pojok Museum

Memontum Kota Malang – Terminal Arjosari direncanakan bakal punya Pojok Museum Terminal. Melalui perencanaan itu, diharapkan mampu merubah stigma bahwa terminal bukan hanya tempat naik-turun penumpang saja, namun juga edukasi bagi masyarakat.
Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, menyampaikan bahwa rencana itu dijadwalkan akan diresmikan pada bulan depan, tepatnya 28 Oktober 2025. Ide tersebut muncul, dari keinginannya untuk mengabadikan sejarah terminal.
“Sejak saya bertugas, banyak catatan sejarah yang belum jelas. Misalnya, kapan pertama kali berdiri, siapa saja yang pernah menjabat, dan momen penting apa yang pernah terjadi. Dari situlah muncul ide untuk menggali sejarah sekaligus menghadirkan museum,” kata Mega, Jumat (26/09/2025) tadi.
Ditambahkannya, bahwa nantinya dalam museum tersebut akan menampilkan foto, dokumen, hingga deskripsi perjalanan panjang Terminal Arjosari. Mega berharap, kehadirannya bisa mengubah pandangan masyarakat.
“Terminal jangan lagi dianggap menyeramkan. Justru harus jadi tempat edukasi, tempat warga mencari wawasan baru. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mencintai dan merasa memiliki Arjosari,” tambahnya.
Baca juga :
Sehari-hari, Terminal Arjosari dilintasi ribuan penumpang. Pada hari biasa sekitar 3.500–3.700 orang, sementara akhir pekan bisa mencapai 6.000. Bahkan, saat libur panjang, jumlahnya bisa tiga kali lipat.
“Sehingga saya optimis, dengan angka tersebut nantinya pojok museum akan banyak menarik perhatian,” lanjutnya.
Sementara itu, penggagas ide museum, Arif Wibisono, menyebut bahwa terminal memiliki catatan sejarah panjang yang perlu dilestarikan. “Terminal Arjosari itu bukan yang pertama. Sejak 1935, terminal ada di kawasan Pecinan, lalu pindah ke Sawahan tahun 1955, ke Pattimura pada 1969, hingga akhirnya ke Arjosari tahun 1989. Kalau tidak didokumentasikan, sejarah ini bisa hilang,” jelas Arif.
Menurutnya, peresmian nanti akan semakin istimewa, karena sekaligus akan diluncurkan buku sejarah terminal di Kota Malang. “Terminal bukan sekadar tempat transit, tapi juga simpul perjalanan hidup banyak orang. Museum ini semoga jadi cara kita menghormati sejarah dan literasi,” tegasnya.
Dengan hadirnya Pojok Museum, diharapkan Terminal Arjosari bukan hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, melainkan juga ruang publik baru yang bersejarah, edukatif dan terbuka bagi masyarakat luas. (rsy/sit)















