Lumajang

Webinar di Lumajang, Kemenkominfo Angkat Tema Teknologi untuk Dukung Sukses Belajar dan Mengajar

Diterbitkan

-

Memontum Lumajang – Kehadiran internet diakui telah banyak membantu aktivitas manusia di segala bidang kehidupan. Di bidang pendidikan, kehadiran teknologi baru itu membantu dalam proses belajar dan mengajar. Proses belajar dan mengajar berlangsung lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi yang tepat untuk pembelajaran siswa.

Untuk mendukung sukses pembelajaran di bidang pendidikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Lumajang, Rabu (19/06/2024) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.

Mengusung tema ‘Teknologi untuk Mendukung Sukses Belajar dan Mengajar’, webinar yang akan diikuti siswa dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang, Sugeng Wiyanto, musisi Man Osman selaku key opinion leader, dengan moderator, Anissa Rilia.

”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranlumajang1906. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (18/06/2024) tadi.

Advertisement

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, era digital yang semakin berkembang saat ini telah mengubah cara dan proses belajar-mengajar. Belajar secara online menjadi pilihan yang semakin populer karena fleksibilitas dan aksesibilitas yang ditawarkan.

”Namun, untuk dapat belajar secara efektif dan sukses di era digital, diperlukan perangkat maupun strategi yang tepat untuk mendukungnya. Kemajuan teknologi digital menyediakan banyak pilihan aplikasi dalam mendukung sukses pembelajaran,” jelas Kemenkominfo.

Baca juga :

Sukses belajar dan mengajar dengan dukungan teknologi, menurut Kemenkominfo, juga membutuhkan perencanaan dan organisasi waktu belajar yang tepat. ”Juga, penggunaan alat (tools) dan aplikasi pendukung belajar yang tepat,” imbuh Kemenkominfo.

Selain itu, lanjut Kemenkominfo, adaptasi terhadap teknologi digital oleh para tenaga pendidik juga perlu ditingkatkan. ”Pengajar perlu memahami aplikasi seperti Google Classroom, Edmodo, moodle, serta aplikasi pembelajaran lainnya,” tegas Kemenkominfo.

Advertisement

Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Lumajang, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.

Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.

Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.

Advertisement

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (hms/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas