Uncategorized @id
Wisata Goa Lowo Masih Dikaji Ulang

Dinas Pariwisata Trenggalek Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan
MEMONTUM TRENGGALEK – Dipanggil Komisi 2 DPRD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek ungkapkan kendala yang dihadapi terkait kepariwisataan di tengah masa pandemi Covid-19. Dalam rapat yang digelar di aula Kantor DPRD Trenggalek, sektor pariwisata menjadi yang paling terdampak pandemi, mengingat seluruh destinasi wisata di Kota Keripik Tempe ditutup sementara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan selama masa pandemi Covid-19 tepatnya per Bulan Maret 2020 seluruh destinasi wisata ditutup. “Jadi mulai bulan Maret 2020 kemarin seluruh destinasi wisata baik yang dikelola Pemerintah Daerah maupun yang dikelola masyarakat semua ditutup. Sehingga pendapatan pun sudah tidak ada lagi dari sektor pariwisata,” ucap Sunyoto saat dikonfirmasi, Kamis (13/08/2020) pagi.
Setelah penerapan new normal di Bulan Juli, beberapa tempat wisata mulai dibuka. Namun hal ini tidak serta merta dibuka, tetapi Dinas Pariwisata juga harus membekali semua destinasi wisata dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait dengan protokol kesehatan.
Pihaknya mengaku sudah membuat SOP terkait hal ini dan juga telah mensimulasikan apa saja yang harus dilakukan pasca kembali dibukanya tempat – tempat wisata tersebut. “Pasca dibuka kembali, kita juga tetap memantau penerapan protokol kesehatan yang diterapkan di masing-masing tempat wisata. Selain itu juga kami melakukan verifikasi kepada tempat wisata yang sudah menjalankan SOP tersebut,” imbuhnya.
Verifikasi tersebut bukan hanya dilakukan Dinas Pariwisata saja, melainkan bersama Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Trenggalek. “Selanjutnya dari hasil verifikasi ini, bisa diketahui destinasi wisata mana yang sudah siap dilakukan kunjungan wisatawan. Pada 10 Juli kemarin Bupati resmi membuka kembali 14 destinasi wisata di Trenggalek,” kata Sunyoto.
Dari 14 destinasi wisata yang kembali dibuka, ada 1 yang masih perlu dikaji ulang yakni destinasi wisata Goa Lowo. Mengingat lokasi wisata ini cukup tertutup dan kemungkinan besar terjadi penularan Covid-19 sangat tinggi. Setelah dibuka untuk wisatawan lokal saja dengan kapasitas pengunjung 50% saja, nantinya juga akan segera dibuka untuk wisatawan luar kota namun tetap dengan SOP yang ada.
Disinggung terkait penurunan pendapatan dari sektor pariwisata, Sunyoto menegaskan jika target pasca refocusing anggaran menjadi Rp 6,25 miliar dari sebelumnya Rp 12,5 miliar. “Sampai hari ini sudah terealisasi 40% dari nilai Rp 6,25 miliar,” terangnya.
Jika dilihat beberapa waktu terakhir, lanjut Sunyoto, trend masyarakat di sektor pariwisata dinilai naik turun. “Ini dikarenakan masyarakat sudah kepayahan dan tidak mendapat penghasilan selama pandemi Covid-19, jadi enggan untuk berwisata atau berlibur,” pungkasnya. (mil/syn)










