Kota Malang
11 Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang Periode 2026-2030 Resmi Dikukuhkan

Memontum Kota Malang – Sebanyak 11 Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026-2030 resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Kamis (23/07/2026) tadi. Melalui pengukuhan itu, diharapkan mampu menjadi mitra strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, mengatakan bahwa kepengurusan kali ini didominasi oleh wajah baru. Hanya satu anggota dari periode sebelumnya yang kembali bergabung. “Hari ini pengukuhan Dewan Pendidikan. Periode sebelumnya sudah berakhir dan sekarang hampir seluruh anggotanya baru, hanya satu orang yang lama. Kami berharap bisa meneruskan apa yang sudah dilakukan Dewan Pendidikan sebelumnya, baik kolaborasi, kemitraan, pendampingan, maupun pergerakan pendidikan di Kota Malang,” ujar Wali Kota Wahyu.
Dikatakannya, bahwa untuk komposisi Dewan Pendidikan berasal dari berbagai latar belakang, mulai akademisi perguruan tinggi negeri dan swasta, pemerhati pendidikan, organisasi profesi, hingga pelaku pendidikan. Keragaman tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai masukan bagi Pemkot Malang.
“Kami berharap mereka bisa memberikan masukan kepada pemerintah sekaligus menjaga kualitas pendidikan yang selama ini berhasil diraih Kota Malang,” katanya.
Baca juga :
Predikat Kota Malang sebagai Kota Pendidikan, kata Wali Kota Wahyu, menjadi tantangan tersendiri yang harus terus dipertahankan. Apalagi, Kota Malang menjadi salah satu daerah tujuan pendidikan mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.
“PR ke depan semakin besar karena Kota Malang menjadi rujukan masyarakat untuk menimba ilmu. Didukung kondisi kota yang nyaman, fasilitas lengkap, dan banyak lembaga pendidikan berkualitas,” jelasnya.
Selain menjaga kualitas pendidikan, Wali Kota Wahyu berharap Dewan Pendidikan dapat mendorong peningkatan prestasi akademik. Terlebih, berbagai indikator pendidikan Kota Malang saat ini telah menunjukkan capaian yang baik, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dan SMP yang menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.
“Nah, ini tentu bisa kita tingkatkan terkait dengan apa yang sudah diraih,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)












