Pemerintahan
Gubernur Sumut Kucurkan Rp 145,8 Miliar untuk 5 Kabupaten dan Kota di Kepulauan Nias

Memontum Kepulauan Nias – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, mengalokasikan sekitar Rp 145,8 miliar untuk infrastruktur di Kepulauan Nias pada Tahun Anggaran 2026. Alokasi infrastruktur yang diberikan, terbagi dalam 17 kegiatan infrastruktur strategis, yang meliputi pembangunan rehabilitasi jalan, jembatan, turap penahan tanah serta satu lantai gedung.
Pemberian program ini, dipaparkan Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Sumut, Chandra Dalimunthe, saat Gubernur Bobby berkantor di Kepulauan Nias, Selasa (21/07/2026) tadi. Sementara penyebaran alokasi sendiri, terbagi dalam lima pemerintah daerah, diantaranya Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Barat.
Adapun rincian alokasi yang diberikan, yakni Kabupaten Nias Utara sebesar Rp 45,5 miliar, untuk jalan 6,5 km. Kemudian untuk Kabupaten Nias Selatan sebesar Rp 34,815 miliar, untuk jalan 3,24 km. Selanjutnya, Kabupaten Nias Barat sebesar Rp 32,96 miliar, untuk dua turap, dua jembatan dan jalan sepanjang 2,55 km. Sedangkan untuk Kota Gunungsitoli sebesar Rp 25,05 miliar, untuk enam turap dan satu lantai gedung. Termasuk, Kabupaten Nias Barat sebesar Rp 7,5 miliar, untuk dua titik turap.
Gubernur Bobby menjelaskan, bahwa alokasi ini diprioritaskan untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas dan memperkuat akses transportasi. Fokus utama berada di titik rawan bencana dan daerah terisolir, yang sering terputus aksesnya saat hujan.
“Karena Nias bagian dari Sumut. Selama ini kita tahu, Nias masih tertinggal dari sisi infrastruktur. Janji saya waktu kampanye jelas, kolaborasi membangun Kepulauan Nias dan saya akan berkantor di sini. Hari ini kita buktikan,” tegas Gubernur Bobby.
Baca juga :
Dirinya menambahkan, dengan dirinya berkantor di Nias, maka banyak efek yang terdampak. Salah satunya, koordinasi lima kepala daerah bisa dilakukan di satu meja.
“Koordinasi dengan lima kepala daerah di kepulauan, bisa menjadi satu meja. Tidak perlu lagi bolak-balik Medan. Aspirasi masyarakat, kendala di lapangan, langsung kita putuskan di sini. Birokrasi terpangkas, eksekusi jadi cepat,” ujarnya
Masih menurut Gubernur Bobby, melalui langkah ini, maka targetnya adalah jalan akan menjadi mulus, distribusi lancar dan harga barang turun. Lalu, nelayan, petani dan UMKM bisa bergerak cepat. Karenanya, pariwisata Nias yang indah ini juga harus didukung akses. Kalau konektivitas bagus, ekonomi Nias pasti naik.
“Ini investasi untuk anak cucu kita di Nias,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Chandra Dalimunthe menambahkan bahwa alokasi yang diberikan dilakukan pemetaan secara detail. “Kami memetakan titik-titik yang paling mendesak dan infrastruktur adalah kunci. Kalau jalan bagus, maka distribusi barang lancar. Nelayan, petani, UMKM dan pariwisata di Nias, akan terdongkrak,” jelas Chandra. (thl/sit)
















