Kabar Desa
Komunikasi Santun Jadi Modal Kelancaran Sensus Ekonomi 2026 di Lumajang

Memontum Lumajang – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan perkembangan yang positif. Bahkan, progres pendataan telah mencapai 48 persen, hingga pada Minggu (19/07/2026) tadi.
Capaian tersebut, tentunya menjadi bagian dari pelaksanaan SE2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 tahun sekali, untuk menghasilkan data menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah. Di Kabupaten Lumajang, BPS menerjunkan 1.161 petugas untuk melaksanakan pendataan di seluruh wilayah. Sementara itu, di Desa Wonorejo yang memiliki luas sekitar 7,04 kilometer persegi, serta terbagi dalam 4 dusun, 16 RW dan 45 RT, proses pendataan terus berjalan dengan dukungan masyarakat yang kooperatif serta pendekatan humanis yang diterapkan para petugas lapangan.
Koordinator Desa SE2026 Desa Wonorejo, Nuraini, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama masyarakat yang memberikan respons positif selama proses pendataan berlangsung. “Alhamdulillah, selama pendataan SE2026 di Desa Wonorejo tidak ada penolakan dari responden. Kalau kita meminta izin dan menyampaikan maksud kedatangan dengan baik, masyarakat bisa menerima serta memberikan data yang diperlukan,” ujarnya, Minggu (19/07/2026) tadi.
Disampaikan Nuraini, komunikasi yang santun menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sebelum memulai wawancara, petugas selalu menjelaskan tujuan pendataan sehingga responden memahami bahwa Sensus Ekonomi bertujuan menghimpun data aktivitas usaha, bukan berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial, maupun kepentingan lainnya.
Di balik capaian pendataan tersebut, para Petugas Pencacah Lapangan (PPL) setiap hari mendatangi rumah penduduk dan lokasi usaha untuk melakukan wawancara. Selain membutuhkan ketelitian, pekerjaan ini juga menuntut kemampuan membangun komunikasi agar setiap informasi yang dihimpun benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Petugas Pencacah Lapangan, Susi Okselawati dan Khusnul Khotima, mengaku masyarakat Desa Wonorejo menunjukkan sikap terbuka selama proses pendataan. “Masyarakat cukup antusias menerima kedatangan kami. Setelah kami menjelaskan maksud dan tujuan pendataan, mereka bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan. Hal itu sangat membantu kelancaran proses pencacahan di lapangan,” jelasnya.
Baca juga :
Salah satu responden yang turut mengikuti pendataan adalah Nur Hidayati, anggota DPRD Kabupaten Lumajang. Pendataan berlangsung dalam suasana sederhana, akrab dan komunikatif. Petugas menyampaikan pertanyaan sesuai instrumen sensus, sementara responden memberikan informasi yang diperlukan secara terbuka.
Menurut Nur Hidayati, pelaksanaan Sensus Ekonomi merupakan kegiatan yang penting untuk mendukung tersedianya data yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan. “Petugas menjelaskan tujuan pendataan dengan baik sehingga proses wawancara berjalan lancar. Saya berharap masyarakat juga mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi karena data yang akurat akan bermanfaat bagi pembangunan ke depan,” tuturnya.
Bagi para petugas, setiap kunjungan bukan sekadar mengisi formulir pendataan. Di setiap rumah dan tempat usaha yang didatangi, mereka membangun komunikasi, menjelaskan tujuan sensus, sekaligus memastikan informasi yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi usaha masyarakat.
Pelaksanaan SE2026 di Desa Wonorejo, menunjukkan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya diukur dari besarnya capaian pendataan, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap proses pengumpulan data. Kepercayaan tersebut, menjadi modal penting dalam menghasilkan data statistik yang akurat, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan progres pendataan yang telah mencapai 48 persen, Desa Wonorejo berada pada jalur yang baik menuju penyelesaian target pendataan hingga akhir Agustus 2026. Keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh dedikasi para petugas di lapangan, tetapi juga partisipasi masyarakat yang bersedia memberikan informasi secara jujur dan lengkap.
Kolaborasi inilah yang diharapkan mampu menghasilkan data statistik berkualitas sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. (kom/bwi/gie)
















