Kota Malang
Targetkan 2030 Tereliminasi HIV/AIDS, Dinkes Kota Malang Gencarkan Kampanye Edukatif

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang terus menggiatkan kampanye edukatif mengenai HIV/AIDS melalui media sosial dan kegiatan lapangan. Meski data kasus HIV/AIDS periode Januari hingga Mei 2025 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya, stigma dan kurangnya pemahaman di kalangan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya penanggulangan penyakit ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa kampanye tersebut bukan semata-mata karena adanya lonjakan kasus. Namun, menjadi bagian dari program Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan target eliminasi HIV secara nasional pada tahun 2030.
“Program HIV ini memang nasional. Jadi kami wajib melakukan promosi, edukasi, dan advokasi secara berkala, baik melalui media sosial, musrenbang tematik, maupun sosialisasi di tingkat kelurahan,” ujar Meifta, Selasa (10/06/2025) tadi.
Baca juga :
Meifta menyebut, bahwa pada periode Januari hingga Mei 2025 terdapat 190 kasus baru, sedikit menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 211 kasus. Salah satu fokus dari kampanye yang dilakukan tersebut, adalah kelompok remaja dan mahasiswa yang dinilai rentan tertular karena minim informasi dan berada di usia eksploratif.
“Mereka datang dari berbagai daerah, belum tentu mendapat edukasi tentang HIV/AIDS secara memadai. Sering kali mereka mencoba hubungan seksual tanpa perlindungan atau penggunaan narkoba suntik, yang berisiko tinggi menularkan HIV,” tambahnya.
Lebih lanjut, menurutnya Dinkes Kota Malang juga menyuarakan pentingnya pemeriksaan HIV bagi calon pengantin, yang kini sudah difasilitasi melalui layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penularan dari pasangan, termasuk dalam rencana membangun keluarga dan memiliki keturunan. “Di Kota Malang saat ini hampir 30 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes), termasuk seluruh puskesmas, rumah sakit dan klinik tertentu, telah menyediakan layanan tes dan pengobatan HIV/AIDS secara komprehensif,” imbuh Meifta. (rsy/sit)










