Kota Malang
5 Hektare Lahan di TPA Supit Urang Disiapkan untuk Pembangunan PSEL Kota Malang

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), memastikan bahwa rencana pembangunan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Malang, kian menemukan titik terang. Sebab, TPA Supit Urang akan dipilih sebagai lokasi pembangunan PSEL.
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menyampaikan bahwa setelah pertemuan Menteri Lingkungan Hidup bersama kepala daerah Malang Raya, langsung digelar koordinasi lanjutan untuk membahas teknis pembangunan. “Pemilihan ini tinggal diperkuat dengan kajian. Namun, hampir bisa dipastikan TPA Supit Urang menjadi titik PSEL. Pertimbangannya, karena TPA Supit Urang memiliki lahan kosong lima hektare sesuai persyaratan, serta volume sampah harian yang telah memenuhi syarat minimal 1.000 ton,” jelas Raymond, Selasa (26/08/2025) tadi.
Kemudian, ditambahkannya bahwa nantinya pembangunan PSEL akan ditempatkan pada bagian atas TPA, yang dulunya merupakan timbunan sampah lama dan bekas kantor. “Sebelum pembangunan, tinggal dilakukan penguatan pondasi,” tambahnya.
Baca juga :
Untuk memenuhi kebutuhan volume sampah, DLH Kota Malang telah berkoordinasi dengan dua daerah lain. Rinciannya, Kota Malang menyumbang 520 ton, Kabupaten Malang 400 ton dan Kota Batu 50 ton.
“Dengan total 1.000 ton sampah yang masuk setiap hari, otomatis mobilitas truk sampah akan meningkat. Agar tidak menimbulkan konflik dengan warga, kami mengusulkan pembangunan jalan baru khusus truk sampah. Anggarannya bisa menggunakan APBN atau kerja sama tiga daerah,” ujarnya.
Secara teknis, PSEL hanya dapat mengolah sampah anorganik seperti plastik, kaca, karet, logam hingga bahan elektronik. Energi listrik yang dihasilkan nantinya akan langsung dibeli oleh PLN. “Untuk potensi energi yang bisa dihasilkan, masih dalam perhitungan. Sementara, syarat minimal volume sampah sudah dipenuhi,” tuturnya.
Sebagai perbandingan, Kota Surabaya lebih dulu merealisasikan pembangunan PSEL di TPA Benowo. Dengan kapasitas olah 1.600 ton per hari, PSEL Surabaya mampu menghasilkan listrik sebesar 9 Megawatt. Sedangkan PLTU Paiton mampu memproduksi antara 4.600 sampai 4.700 Megawatt. (rsy/sit)










