Pasuruan
7 Ribu Vaksin Diterima dari Kementerian, Kecamatan di Pasuruan dengan Kasus PMK Tinggi Jadi Sasaran

Memontum Pasuruan – Sebanyak 7 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Pasuruan, sudah datang. Ribuan vaksin tersebut, sudah diambil dari Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sekitar seminggu lalu.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa begitu vaksin selesai diambil, maka vaksin-vaksin tersebut langsung disebar ke seluruh kecamatan. Khususnya, kecamatan dengan kasus PMK yang tinggi, seperti di Kecamatan Prigen, Lekok, Grati, Winongan dan Kecamatan Gempol.
“Kita sebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Tapi memang, kita prioritaskan ke wilayah yang kasus PMKnya banyak. Seperti Prigen, Winongan, Grati dan lainnya,” kata Alfiah, di sela monitoring Pasar hewan Gondangwetan, Jumat (24/01/2025) tadi.
Dari 7 ribu vaksin yang diambil, ujarnya, jumlah dosis yang sudah disuntikkan ke ternak sekitar 2 ribuan dosis. Dirinya juga menegaskan, bahwa ternak yang disuntikan, seluruhnya adalah sapi potong. Sebab untuk sapi perah, vaksinasi sudah tuntas dilakukan.
Baca juga :
“Ternak yang kita vaksin ya sapi potong. Kalau sapi perah, semuanya sudah selesai,” imbuhnya.
Lebih lanjut Alfiah menegaskan, bahwa vaksinasi lebih banyak dilakukan pada sapi yang sehat. Sedangkan untuk sapi yang sakit, pihaknya berfokus pada penyembuhan terlebih dahulu.
“Tapi ada juga peternak yang awalnya punya sapi yang kena PMK kemudian sembuh dan ingin divaksin, ya kami lakukan,” terangnya.
Hanya saja, meski vaksin sudah datang, Alfiah menegaskan bahwa masih ada peternak yang menolak ternak miliknya divaksin. Alasannya pun beragam, salah satunya khawatir sapi-sapinya justru semakin sakit jikalau divaksin.
Oleh sebab itu, dengan datangnya vaksin dari Pusat, dirinya berharap para peternak untuk merelakan ternak miliknya divaksin. “Kemarin kita laksanakan vaksinasi, tapi kami temui ada yang masih menolaknya. Ini sangat disayangkan, karena demi kesehatan ternak sapi juga,” ujarnya.
Diketahui, hingga Kamis (23/01/2025) kemarin, kasus PMK di Kabupaten Pasuruan berjumlah 251 kasus. Dari jumlah tersebut, 17 ekor diantaranya mati, 140 ekor sembuh dan 104 ekor masih dalam proses penyembuhan. (kom/pas/sit)
















